Berkat Pelatihan Shopee-Kemnaker, Diki Raup Jutaan Rupiah dari Affiliate

Berkat Pelatihan Shopee-Kemnaker, Diki Raup Jutaan Rupiah dari Affiliate

Chayyara Zulghifary - detikFinance
Kamis, 23 Jul 2026 10:00 WIB
Magnific
Foto: Dok. Magnific
Jakarta -

Program Training of Trainers (ToT) Shopee Affiliate yang diinisiasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Shopee Indonesia mulai menunjukkan hasil. Lima bulan setelah diluncurkan sejak Februari 2026, salah satu alumni pelatihan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo, Jawa Timur, berhasil mengantongi penghasilan sekitar Rp 3 juta dari affiliate produk fashion.

Alumni tersebut adalah Diki Marsuki Nur (26), warga Bulukumba, Sulawesi Selatan. Diki mengaku tak pernah membayangkan aktivitas membuat konten di media sosial bisa menjadi sumber penghasilan.

Meski sudah memiliki akun affiliate sebelumnya, Diki butuh waktu hampir satu tahun hingga akhirnya mulai memperoleh hasil. Setelah mengikuti pelatihan Fashion Affiliate dari BPVP Sidoarjo, ia berhasil meningkatkan kemampuan membuat konten.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya saya menemukan informasi mengenai pelatihan Fashion Affiliate yang diselenggarakan BPVP Sidoarjo melalui media sosial, Instagram, karena pelatihan dilaksanakan secara daring, jadi saya bisa mengikutinya dari rumah di Bulukumba tanpa harus datang langsung ke Sidoarjo, Jawa Timur," ujar Alumni Program Training of Trainers (ToT) Shopee Affiliate Diki Marsuki Nur dalam keteranganya, Kamis (23/7/26).

Menurut Diki, materi yang diberikan selama pelatihan membantunya memahami cara memilih produk, membuat konten video yang menarik, hingga memasarkan produk lewat media sosial. Kemampuan tersebut berdampak pada peningkatan performa konten sekaligus komisi affiliate yang diterimanya.

ADVERTISEMENT

"Awalnya saya masih kesulitan mengedit video. Tapi instruktur menjelaskan dengan sangat jelas, jadi saya bisa memahami langkah-langkahnya dan mulai mempraktikkannya sendiri," kata Diki.

Diki juga masih aktif mengikuti grup WhatsApp alumni yang dibentuk BPVP Sidoarjo. Grup tersebut dimanfaatkan para peserta untuk saling berbagi pengalaman, bertukar informasi produk, hingga berdiskusi mengenai strategi membuat konten.

Instruktur BPVP Sidoarjo Yasmin Nabilah mengatakan pelatihan Fashion Affiliate menjadi salah satu program yang paling diminati masyarakat. Hingga kini, BPVP Sidoarjo telah menggelar sedikitnya empat angkatan pelatihan dengan lebih dari 50 peserta.

"Masyarakat sangat happy dengan adanya program ini karena sekarang semuanya sudah serba digital dan online. Apalagi produk fashion masih menjadi primadona nomor satu di pasar digital," ujar Yasmin.

Melihat tingginya minat tersebut, BPVP Sidoarjo mulai mengintegrasikan materi affiliate marketing ke dalam pelatihan lain, salah satunya Perancangan Desain Tata Busana.

Selama empat hari pelatihan daring, peserta dibekali keterampilan mulai dari memahami karakteristik produk fashion, membuat akun affiliate, hingga memproduksi konten video untuk media sosial. Shopee mencatat format video memiliki efektivitas 65 persen lebih tinggi dalam mendorong keputusan pembelian dibandingkan format lainnya.

Yasmin menuturkan pendampingan kepada peserta tetap dilakukan setelah pelatihan berakhir. Para alumni tergabung dalam grup WhatsApp yang aktif digunakan untuk saling berbagi pengalaman dan mendukung perkembangan akun affiliate masing-masing.

"Peserta sangat aktif. Kami membuat grup alumni untuk saling support, bertukar link video, saling follow, dan berbagi informasi produk baru. Bahkan diskusi di grup sering berlangsung hingga 24 jam meskipun masa pelatihan sudah selesai," jelasnya.

Program Training of Trainers: Shopee Affiliate (dengan Instruktur Bersertifikasi BNSP) merupakan kolaborasi Kemnaker dan Shopee Indonesia untuk meningkatkan kompetensi instruktur balai pelatihan di bidang affiliate marketing. Program ini diharapkan dapat melahirkan lebih banyak talenta digital di berbagai daerah.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli sebelumnya menyatakan profesi affiliator menjadi salah satu bentuk transformasi pekerjaan menuju ekonomi digital. Melalui program tersebut, Kemnaker menargetkan lahirnya 60.000 affiliator baru di berbagai daerah sepanjang 2026.



(akn/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads