Mentan Sebut Petani Akan Nikmati Rp 263 T karena Kopdes, Kok Bisa?

Mentan Sebut Petani Akan Nikmati Rp 263 T karena Kopdes, Kok Bisa?

Heri Purnomo - detikFinance
Selasa, 28 Jul 2026 14:03 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Gedung DPR RI.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman / Foto: Aulia Damayanti/detikcom
Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dapat memangkas rantai pasok sektor pertanian. Bahkan ia menyebut petani bisa menikmati lebih dari Rp 200 triliun karena hadirnya Kopdes Merah Putih.

Amran menjelaskan, selama ini rantai distribusi komoditas pertanian mencapai delapan mata rantai. Menurutnya, dengan kehadiran Kopdes Merah Putih, rantai pasok dapat dipangkas menjadi hanya tiga mata rantai, yakni dari petani ke koperasi, kemudian ke masyarakat.

"Ini koperasi sebenarnya kalau sektor pertanian, ini adalah fungsi utamanya memotong supply chain rantai pasok. Itu dari delapan menjadi tiga. Jadi dari delapan rangkaian menjadi tiga. Tiga itu dari petani ke koperasi, koperasi ke masyarakat," ujar Amran di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amran mengatakan, dengan semakin pendeknya rantai pasok, keuntungan yang selama ini dinikmati para perantara (middleman) dapat lebih banyak dirasakan oleh petani dan masyarakat.

Ia mengatakan, berdasarkan perhitungan Kementerian Pertanian, keuntungan yang diperoleh para perantara dari sembilan komoditas pangan mencapai Rp 313 triliun.

ADVERTISEMENT

Dari jumlah tersebut, jika koperasi hanya mengambil keuntungan sekitar Rp 50 triliun, maka sisa Rp 263 triliun dapat dinikmati petani.

"Nah kami pernah hitung, sembilan komoditas itu nilainya untuk middleman dia dapatkan keuntungan Rp 313 triliun. Nah katakanlah koperasi dapat 50 triliun saja, artinya apa? Ada Rp 263 triliun itu bisa dinikmati petani, harga komoditas bisa naik, kemudian konsumen yang daya belinya naik. Konsumen yang biasanya beli 1 kilo bisa menjadi 1,5 kilo. Itu yang diinginkan Bapak Presiden," terang Amran.

Selain memangkas rantai pasok, Amran mengatakan Kopdes Merah Putih juga akan menjadi titik distribusi pupuk sehingga petani tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mendapatkannya. Selain itu, Kopdes Merah Putih juga akan menjadi offtaker sekaligus distributor hasil pertanian.

"Yang kedua, menjual seperti dikatakan tadi Pak Menko, menjual gabah itu langsung ke koperasi, karena biasanya gudang Bulog kita jaraknya 50 kilo dari sawah," katanya.

(hrp/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads