Airlangga Minta UMKM RI Belajar dari India: Jangan Cuma Produksi

Airlangga Minta UMKM RI Belajar dari India: Jangan Cuma Produksi

Heri Purnomo - detikFinance
Selasa, 11 Agu 2026 13:30 WIB
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memaparkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) triwulan-1 di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mampu tumbuh 5,61% secara tahu
Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Indonesia harus belajar dari India dalam memajukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Menurut Airlangga, India merupakan salah satu negara yang telah berhasil memajukan UMKM-nya. Airlangga mengatakan UMKM bukan hanya mampu memproduksi barang, tetapi juga memperluas pasar.

"Kita ingin kalau kita tumbuh, memang UMKM mau nggak mau harus belajar ke India. Karena India itu salah satu negara yang berhasil mendorong UMKM, tidak hanya mereka berproduksi, tetapi bagaimana mereka bisa menjaga pasar," ujar Airlangga di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan UMKM yang tumbuh, Airlangga mengatakan pertumbuhan ekonomi dapat tumbuh dengan baik tanpa harus mengandalkan perusahaan-perusahaan besar. Sebab, kata Airlangga, dengan UMKM yang terus berkembang, sektor tersebut dapat menjadi salah satu basis perekonomian nasional.

"Sehingga semua bisa tumbuh, walaupun ada yang konglomeratnya tinggi tapi yang UMKM itu bergerak, sehingga itu menjadi basis daripada perekonomian, eh, daripada India," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Baca juga: OJK Ungkap Cuma 3,51% UMKM Punya Laporan Keuangan, Bikin Susah Dapat Kredit

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga memberikan tugas tambahan atau pekerjaan rumah (PR) bagi Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman untuk mendongkrak realisasi penyaluran kredit UMKM nasional.

Airlangga mengungkapkan, dalam laporan OJK terbaru, total penyaluran kredit UMKM tercatat berada di kisaran Rp 1.500 triliun untuk 9.000 entitas pengusaha mikro, kecil, hingga menengah. Meski secara ideal porsi kredit UMKM untuk entitas usaha sebanyak itu diharapkan mencapai 30% atau setara Rp 3.000 triliun dari total kredit perbankan.

"Jadi, kalau target yang disampaikan total kredit kita kan 9.000 UMKM, tadi laporannya Pak Maman Rp 1.500 triliun. Sebetulnya idealnya itu kan 30%. Tapi kalau 30% kan berarti Rp 3.000 triliun," kata Airlangga dalam acara UMKM Finance Summit 2026, Selasa (11/8/2026).

Masalahnya, kenaikan penyaluran kredit untuk UMKM secara drastis dinilai belum realistis untuk dicapai dalam waktu singkat. Karena hal inilah Airlangga kemudian meminta Maman untuk mengejar target yang lebih rendah, yakni Rp 2.000 triliun hingga akhir 2026 ini.

"Nah, loncat dari Rp 1.500 triliun ke Rp 3.000 triliun itu kan loncat 100%. Jadi, gimana kalau kita turunkan ke Pak Maman Rp 2.000 triliun. Jadi, saya bilang ini saja yang saya ingin sampaikan di summit, naik ke Rp 2.000 triliun," sambungnya.

(hrp/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads