Ketua MPR soal Ekspor Satu Pintu Lewat DSI: Memperkuat Posisi Tawar Negara

Ketua MPR soal Ekspor Satu Pintu Lewat DSI: Memperkuat Posisi Tawar Negara

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 14 Agu 2026 09:21 WIB
Ketua MPR Ahmad Muzani
Foto: Screenshot YouTube TV Parlemen
Jakarta -

Ketua MPR Ahmad Muzani bicara mengenai ekspor satu pintu melalui PT Danantara SUmberdaya Indonesia (DSI). Menurut Muzani, kebijakan itu akan memperkuat posisi tawar Indonesia dalam perdagangan global.

Hal itu disampaikan Muzani dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 & Sidang Bersama MPR RI, DPR RI, dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

"Kita juga menyaksikan bagaimana pemerintah mengambil kebijakan tata kelola ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia yang itu jelas memperkuat posisi tawar negara dalam perdagangan global," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan kebijakan ekspor satu pintu sejumlah komoditas Sumber Daya Alam (SDA) lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan berlaku penuh pada September 2026. Implementasi ini maju dari rencana awal pada 1 Januari 2027.

ADVERTISEMENT

Prabowo mengatakan, kebijakan ekspor satu pintu lewat PT DSI masih pada tahap transisi.

"Dengan ekspor sumber daya alam satu pintu, ya, kita mengadakan tahap transisi dan kita harapkan nanti 1 September 2026 implementasi penuh," ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipantau secara daring melalui YouTube, Sekretariat Presiden, Senin (20/7).

Prabowo mengatakan entitas baru pelat merah ini dibentuk untuk menekan praktik under invoicing atau pemalsuan dokumen pelaporan nilai barang yang jauh di bawah harga transaksi. Pasalnya, kata Prabowo, selama ini telah terjadi praktik under invoicing di industri kelapa sawit yang menyebabkan Indonesia kehilangan potensi devisa negara dalam jumlah besar.

"Sebagai contoh kelapa sawit banyak dijual di Indonesia resmi kontrak harganya Rp 15.000 per kilo, padahal harga di internasional di Eropa Rotterdam itu Rp 27.000, harga sebenarnya Rp 27.000, siapa yang nikmati Rp 17.000, hampir 50%. Jadi permainan seperti ini yang menusuk hati kita," ujarnya.

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads