Lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia di Jakarta, Istana Buka Suara

Lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia di Jakarta, Istana Buka Suara

Herdi Alif Al Hikam, Ilyas Fadilah - detikFinance
Sabtu, 15 Agu 2026 18:25 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Jakarta -

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Jakarta telah disiapkan pemerintah.

Namun, ia belum mau mengungkap lokasi persisnya karena nantinya akan disampaikan oleh otoritas terkait.

Lokasi PFII di Jakarta sebelumnya telah disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan di DPR. Selain Jakarta, Bali juga dipilih menjadi lokasi PFII lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah ada sebenarnya, tapi mungkin jangan saya yang menyampaikan. Biarlah nanti ada dari otoritasnya sendiri karena itu sebuah zona yang memang diatur khusus," kata Prasetyo dalam keterangan pers yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (15/8/2026).

Menurutnya, pembentukan PFII merupakan bagian dari upaya pemerintah memanfaatkan potensi Indonesia sebagai tujuan investasi. Ia menilai Indonesia memiliki ruang pertumbuhan yang besar serta sejumlah prasyarat untuk menarik investasi dari berbagai negara.

ADVERTISEMENT

Prasetyo mengatakan pemerintah kini bergerak cepat menyiapkan berbagai perangkat yang dibutuhkan agar peluang investasi tersebut dapat dimanfaatkan.

"Yang penting adalah idenya, selama ini kita tidak punya itu atau belum punya itu, sekarang kita salah satu negara yang dianggap apa namanya sangat potensial, masih ruang berkembangnya masih cukup besar, dan dianggap memiliki prasyarat-prasyarat kunci untuk hadirnya atau datangnya investasi-investasi dari mana pun," jelas Prasetyo.

Ia menegaskan pemerintah akan mempercepat penyelesaian berbagai kebutuhan untuk mendukung pembentukan PFII. RUU PFII sendiri sudah disahkan menjadi Undang-Undang pada akhir Juli 2026.

"Maka dengan proses yang sangat cepat itu kita siapkan perangkat-perangkat itu. Kira-kira polanya memang seperti itu ya. Punya ada sesuatu, ada peluang, ada kesempatan, kita kerjakan dengan secepat-cepatnya. Ada masalah, kita selesaikan dengan secepat-cepatnya," tutup Prasetyo.

(hns/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads