BPS Ungkap Harga Beras Naik Gegara Luas Lahan & Produksi Turun

BPS Ungkap Harga Beras Naik Gegara Luas Lahan & Produksi Turun

Retno Ayuningrum - detikFinance
Selasa, 01 Sep 2026 15:42 WIB
Pekerja memindahkan karung beras di salah satu gudang beras di Dargo, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (27/8/2025). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada pekan ketiga Agustus 2025 harga beras naik di 200 kabupaten/kota, dengan rata-rata beras medium R
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan komoditas beras menyumbang inflasi pada Agustus 2026. Tercatat, beras mengalami inflasi bulanan (month to month) sebesar 0,42% dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,02%.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan inflasi beras disebabkan oleh produksi padi di lapangan. Secara historis, Agustus memang mulai memasuki fase transisi setelah melewati puncak panen raya.

"Inflasi beras juga ini dipengaruhi terutama oleh faktor distribusi beras ke pasarnya. Terutama pada beberapa wilayah di Indonesia kan ada sentra produksinya, ada juga yang non-sentra produksinya," ujar Ateng dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Ateng menjelaskan adanya penurunan potensi luas panen dan produksi beras pada Agustus 2026. Pasokan gabah dan beras harian yang masuk ke penggilingan pada periode ini juga cenderung lebih terbatas jika dibandingkan dengan saat puncak panen raya lalu.

ADVERTISEMENT

Potensi luas panen pada Agustus sampai dengan Oktober 2026 diperkirakan mencapai 3,07 juta hektare (ha) atau turun 0,04 juta ha jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dengan demikian, luas panen padi pada periode Januari-Oktober 2026 diperkirakan mencapai 10,31 juta ha atau naik 0,01% jika dibandingkan dengan periode yang sama 2025.

"Angka proyeksi-proyeksi kumulatif hingga Oktober berada dalam kondisi relatif aman ya, pasokan untuk yang gabah beras harian yang masuk ke penggilingan pada periode ini cenderung lebih terbatas jika dibandingkan dengan pada saat terjadinya puncak panen," beber Ateng.

Lebih lanjut, rata-rata harga beras di tingkat penggilingan, grosir, dan juga di tingkat eceran naik secara bulanan. Rata-rata harga beras di penggilingan pada Agustus 2026 mencapai Rp 14.213. Rata-rata harga beras di penggilingan pada Agustu 2026 secara total naik 1,32% secara bulanan dan 5,52% secara tahunan.

Jika dilihat dari kualitas beras di penggilingan, maka untuk beras premium naik 1,22% secara bulanan dan secara tahunan naik 10,07%. Sedangkan untuk beras medium secara bulanan naik 1,48%, secara tahunan naik 4,03%.

"Jadi secara year-on-year untuk beras premium kenaikannya lebih tinggi dibandingkan dengan beras medium," tambah Ateng.

Selanjutnya inflasi beras tingkat grosir terjadi inflasi sebesar 0,80% secara bulanan dan terjadi inflasi sebesar 4,28% secara tahunan. Sementara, inflasi beras di tingkat eceran, secara bulanan sebesar 0,42% dan secara tahunan sebesar 2,77%.

Tonton juga video "Cerita Iqbal, Ojol Disabilitas di Medan yang Masuk Desil 6-10"

(rea/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads