Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Danantara akan menyerahkan pengelolaan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh ke Kementerian Keuangan pada pertengahan bulan ini. Penyerahan tersebut akan dilakukan oleh COO BPI Danantara Dony Oskaria.
"Kita tunggu nanti pertengahan bulan ini Pak Dony akan menyerahkan ke saya," ujar Purbaya saat ditemui di Kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu (2/8/2026).
Terkait skema penyelesaian utangnya, Purbaya mengatakan saat ini masih dalam tahap pembahasan. Begitu juga soal dua Badan Layanan Umum (BLU) atau Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu yang nantinya akan dilibatkan dalam proses tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan pihaknya telah menyiapkan dua SMV tersebut. Namun, Purbaya belum dapat mengungkapkan identitas kedua SMV tersebut.
"Belum, lagi digodok dan belum bisa diumumkan sekarang, tapi udah siap semua," katanya.
Sebagai informasi, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) konsorsium BUMN yang memegang 60% saham di KCIC. Dengan adanya rencana pengambilalihan itu, maka saham tersebut akan berada di bawah Kemenkeu.
Lantas bagaimana nasib PSBI setelah proses pengalihan saham ini?
Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria membenarkan bahwa kepemilikan saham BUMN akan dialihkan ke Kementerian Keuangan.
"Iya, konsorsium kita, kan? Yang BUMN, kan? Iya, dialihkan, dihibahkan," ujar Dony saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Saat ditanya apakah dengan pengalihan ini maka PSBI akan dihentikan, Dony tidak menjawabnya dengan lugas. Ia hanya mengatakan saham PSBI akan lebih dulu dialihkan. Dan yang terpenting kata Dony adalah proses pengalihan tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Dengan begitu persoalan utang ini bisa segera rampung.
"Dialihkan dulu prosesnya. Yang penting selesai. Ingin nggak selesai? Kan bagus," katanya.
Tonton juga video "Kebut Restrukturisasi, Danantara Kini Sudah Tutup 290 BUMN"
(hrp/fdl)









































