Angkasa Pura Buka Suara soal Pesawat Menhut Gagal Mendarat Gegara Asap

Angkasa Pura Buka Suara soal Pesawat Menhut Gagal Mendarat Gegara Asap

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 03 Sep 2026 19:30 WIB
Direktur Utama Angkasa Pura,Mohammad Rizal Pahlevi
Direktur Utama Angkasa Pura Mohammad Rizal Pahlevi.Foto: Ilyas Fadilah
Jakarta -

Angkasa Pura Indonesia buka suara soal Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang sempat gagal melakukan pendaratan di Kalimantan Barat (Kalbar) akibat kondisi asap. Menurut Angkasa Pura, keselamatan penerbangan memang menjadi pertimbangan utama dalam proses pendaratan pesawat.

Direktur Utama Angkasa Pura, Mohammad Rizal Pahlevi mengatakan, maskapai memiliki standar terkait jarak pandang pilot atau visibility menuju landasan. Jika pandangan pilot terhalang dan tidak memenuhi standar keselamatan, pendaratan akan dibatalkan.

"Airline itu punya standarisasi untuk visibility dari pandangan pilot atau kokpit ke runway, ke landasan.Selama itu ada pandangan yang terhalang untuk alasan keselamatan pasti dibatalkan," kata Rizal saat ditemui di kompleks DPR RI Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain di Kalimantan,Rizal mengatakan kondisi asap masih terpantau memengaruhi penerbangan di Palangkaraya. Sementara, Medan yang sebelumnya terdampak kini sudah kembali normal.

"Yang sekarang sedang ada asap ya, di Palangkaraya dan Medan kemarin.Tapi Medan sudah kembali normal," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, kondisi di Pekanbaru sejauh ini tidak terdampak asap. Rizal mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi hembusan angin berdasarkan pemantauan BMKG.

"Nah kalau Pekanbaru saya pantau karena tiupan hembusan angin dari BMKG sehingga pekan baru so far tidak terdampak.Kita kami berkoordinasi dengan BMKG untuk memastikan keselamatan jalur udara di Indonesia," ujar Rizal.

Sebelumnya, Raja bersama rombongan dilaporkan gagal mendarat di Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. Penyebabnya adalah kabut asap tebal dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kalbar.

"Di tempat kita ini beliau batal datang karena kabut asap dan jarak pandang hanya bisa 100 meter saja. Sehingga pesawat tidak berani untuk landing," kata Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan di Pontianak, dilansir Antara.

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads