Purbaya Terjunkan Anak Buah Awasi Ketat Dapur MBG

Purbaya Terjunkan Anak Buah Awasi Ketat Dapur MBG

Andi Hidayat - detikFinance
Selasa, 08 Sep 2026 21:18 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengacungkan jempol saat konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026). Kementerian Keuangan melaporkan perekonomian hingga Mei 2026 menunjukkan ketahanan yang solid, didukung permintaan
Foto: Ari Saputra/detikFoto
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Purbaya mengaku telah mengerahkan tim dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan memonitor dapur MBG seluruh Indonesia.

Langkah ini diambil dalam rangka mengawasi penggunaan anggaran pada setiap dapur MBG. Jika ada dapur yang terbukti menyalahgunakan anggaran, maka langsung dilaporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya menegaskan, apabila setelah dilaporkan ke BGN tetap tidak ada perubahan, maka anggaran akan dikurangi.

"Jadi saya kerahkan orang Dirjen Perbendaharaan di seluruh Indonesia untuk memonitor secara berkala SPPG-SPPG yang ada di setiap daerah Indonesia. Itu akan menjadi penambahan tentang pelaksanaan program itu, nanti kalau ada yang ngaco-ngaco kita kasih masukkan ke BGN bahwa di satu tempat SPPG tertentu melakukan kesalahan dan kalau nggak didengar kita kurangin anggarannya," jelas Purbaya di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa (8/9/2026).

ADVERTISEMENT

Purbaya menambahkan, di sisi lain, BGN telah melakukan efisiensi anggaran menjadi Rp 240 triliun dari Rp 330 triliun. Anggaran program MBG juga masih berpeluang dipangkas kembali.

Tahun ini, menurut perkiraan Purbaya dari total anggaran BGN yang telah dipangkas, hanya terpakai di bawah Rp 200 triliun.

"Jadi kepala BKN yang baru orangnya cukup bagus ya, bagus malah. Itu sudah melakukan efisiensi Implementasi program itu, sudah ada penghematan yang besar. Tahun ini kan tadinya anggarannya Rp 330 triliun, turun ke Rp 270 triliun, Rp 240 triliun. Saya pikir tahun ini implementasinya akan di bawah itu, di bawah Rp 200 triliun mungkin dugaan saya," jelas Purbaya.

(hns/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads