Purbaya: Kalau PPN Dikurangi, Saya Nggak Bisa Kasih Subsidi

Purbaya: Kalau PPN Dikurangi, Saya Nggak Bisa Kasih Subsidi

Andi Hidayat - detikFinance
Kamis, 10 Sep 2026 16:47 WIB
Wawancara Khusus Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa/Foto: detikcom
Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, bicara soal ruang pemangkasan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Hal ini menyusul langkah pemerintah Jepang yang berencana memangkas pajak konsumsi atas makanan menjadi 1% selama dua tahun mulai April 2027.

Purbaya mengaku belum ada rencana untuk menurunkan besaran tarif PPN. Namun ia akan terus melakukan monitoring terhadap seluruh kondisi ekonomi.

"Belum, tapi saya akan lihat, saya monitor terus," jelasnya di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya menjelaskan, Jepang memangkas besaran tarif pajak lantaran ekonominya tumbuh melambat. Pemerintah Jepang juga berupaya untuk kembali membangun perekonomiannya.

ADVERTISEMENT

Sementara Indonesia, pemerintah telah menyediakan subsidi dan sejumlah program lainnya yang bisa menjaga daya beli masyarakat. Namun begitu, Purbaya mengaku pemerintah tidak bisa menurunkan besaran tarif pajak.

"Nggak bisa lah. Nanti kalau turun, saya dibilang desifitnya membesar, kan nggak segampang itu. Kalau saya sih maunya 0, tapi 0 kita nggak punya duit nanti lu pada ribut, utang semua," ungkapnya.

Purbaya menambahkan, kebijakan fiskal perlu dikelola dengan tepat agar keseimbangan ekonomi meski tetap menggunakan utang. Seandainya besaran PPN dikurangi, ia menyebut subsidi otomatis akan dikurangi.

"Jadi kita bisa membiayai ekonomi tumbuh, tapi sebagian dengan utang, tapi harus menjaga utangnya nggak tumbuh terlalu besar juga. Sekarang saja udah banyak yang ribut kan, utang mulu katanya. Kalau saya kurangi itu, PPN segala macam tanpa perhitungan yang pas dan ekonominya belum pulih, ya cuma turun saja, saya nggak bisa kasih subsidi nanti tanpa melewati batas-batas yang dianggap penting. Jadi kita mesti timbang dengan hati-hati semuanya," pungkasnya.

Tonton juga video "Tanyadetikfinance Pak Purbaya, UMR Sekarang Cukup Nggak buat Kehidupan Gen Z?"

(ahi/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads