Peternak Broiler Terjepit: Modalnya Rp 23 Ribu, Dijual Rp 21 Ribu

Peternak Broiler Terjepit: Modalnya Rp 23 Ribu, Dijual Rp 21 Ribu

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 03 Okt 2026 12:30 WIB
Kandang broiler closed house adalah kandang tertutup yang menjamin keamanan secara biologis atau kontak dengan organisme lain. Dengan pengaturan ventilasi udara yang baik maka dapat mengurangi stres pada ternak.
Foto: Arbi Anugrah
Jakarta -

Peternak ayam broiler atau ayam pedaging kembali menghadapi tekanan. Harga pakan dikeluhkan terus mengalami kenaikan, sementara harga ayam hidup (live bird/LB) di tingkat kandang justru turun ke kisaran Rp 21.000-Rp 22.000/kg.

Pasalnya, harga pokok produksi (HPP) ayam broiler saat ini sudah berada di kisaran Rp 23.000-Rp 23.500/kg. Artinya, harga jual di tingkat kandang berada di bawah biaya produksi.

Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) Asep Saepudin mengatakan kondisi ini membuat peternak semakin terjepit. Kenaikan biaya produksi ini telah terjadi sejak awal 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kondisinya sekarang harga pakan rata-rata sudah di atas Rp 9.400/kg untuk starter umur 7-21 hari. Normalnya sekitar Rp 8.000-8.500/kg. Harga live bird sudah turun perhari ini Rp 21.000-22.000/kg di kandang ya. HPP kami sudah Rp 23.000/kg. Pusing kami," kata Asep, kepada detikcom, Sabtu (3/10/2026).

Menurutnya, kenaikan harga pakan juga tidak lepas dari kondisi pasokan bahan baku, khususnya jagung. Berdasarkan informasi yang diterima peternak, harga jagung saat ini sudah di atas Rp 7.800/kg, bahkan banyak yang berada di atas Rp 8.000/kg.

ADVERTISEMENT

Selain pakan, peternak juga masih harus menanggung biaya pembelian day old chick (DOC) atau anak ayam umur sehari. Saat ini harga DOC berada di kisaran Rp 7.500-8.500/ekor, naik dari sebelumnya Rp 6.000/ekornya.

Asep mengatakan kondisi penyerapan ayam sebenarnya masih relatif stabil. Namun, stok ayam yang berlebih di sejumlah wilayah membuat pembeli memiliki banyak pilihan.

"Penyerapan masih stabil, tetapi stok sedang berlebih sehingga hampir di semua wilayah banyak pilihan. Kondisi ini dimanfaatkan pembeli untuk menekan harga," ujarnya.

Menghadapi kondisi tersebut, Permindo menyampaikan sejumlah permintaan kepada pemerintah. Salah satunya adalah menekan harga bahan baku pakan agar harga pakan jadi dapat kembali ke kisaran Rp 7.000-8.000/kg seperti pada 2025.

Peternak juga meminta harga DOC ditetapkan di kisaran Rp 5.500-6.000/ekor. Selain itu, Permindo meminta pemerintah menaikkan Harga Acuan Penjualan (HAP) ayam hidup menjadi Rp 27.000/kg dengan mempertimbangkan tingginya biaya pakan dan DOC.

(ada/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads