Follow detikFinance
Jumat, 08 Agu 2008 14:38 WIB

ICW: Tunggakan Royalti Batubara Capai Rp 16,482 Triliun

- detikFinance
Jakarta - Hasil perhitungan Indonesia Corruption Watch (ICW) menyimpulkan total tunggakan pembayaran royalti seluruh produsen batubara yang beroperasi di Indonesia mencapai Rp 16,482 triliun.

"Hasil perhitungan kami menyimpulkan total tunggakan produsen batubara pada negara sebesar Rp 16,482 triliun," ungkap Kadiv Pusat Data ICW, Firdaus Ilyas, dalam jumpa pers di kantornya, Kalibata, Jakarta, Jumat (8/8/2008).

Hasil perhitungan tersebut cukup mengejutkan. Sebab dalam siaran pers yang diumumkan oleh Departemen ESDM pada 6 Agustus lalu dinyatakan total tunggakan royalti batubara sejak 2001 hingga 2007 hanya sebesar Rp 7 triliun saja.

"Selisih Rp 16,482 triliun tersebut kami peroleh dari perhitungan jumlah total penjualan batubara sepanjang tahun 2000 hingga 2007 terhadap 13,5% royalti yang harus dibayarkan pada negara sebagaimana telah ditentukan," ujar Firdaus.

Menurut Firdaus, sepanjang 2000 hingga 2007, total volume batubara yang dijual oleh seluruh produsen batubara di Indonesia sebanyak 1,022 miliar ton.

"Berdasarkan jumlah tersebut, seharusnya total royalti yang dibayarkan selama periode itu sebesar Rp 40,477 triliun," jelas Firdaus.

Namun berdasarkan data penerimaan royalti negara, jumlah yang diterima negara sebesar Rp 23,995 triliun. Artinya terdapat selisih royalti yang tidak masuk kas negara sebesar Rp 16,482 triliun.

"Itu jika berdasarkan harga rata-rata FOB masing-masing produsen. Jika menggunakan patokan harga internasional batubara selama periode tersebut, jumlah royalti yang tidak masuk kas negara jauh lebih besar lagi," papar Firdaus.

Jika menggunakan patokan harga batubara internasional dengan jumlah produksi sebesar 1,022 miliar ton sepanjang 2000-2007, maka total penerimaan royalti negara dari batubara seharusnya sebesar Rp 62,149 triliun.

"Artinya, jika dalam data riil penerimaan negara dari royalti batubara selama periode tersebut hanya sebesar Rp 23,995 triliun, maka tunggakan royalti yang tidak masuk kas negara mencapai Rp 38,154 triliun," papar Firdaus.

Menanggapi hal ini, ICW mengimbau agar segera dilakukan audit pada semua produsen batubara yang beroperasi di Indonesia.

"Hal ini perlu dilakukan agar jumlah tunggakan yang seharusnya diterima negara bisa diketahui secara transparan," ujar Firdaus.





(dro/qom)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed