Mobile-8 Kejar Restrukturisasi Obligasi Rp 2 Triliun

- detikFinance
Rabu, 14 Jul 2010 16:28 WIB
Jakarta - Operator seluler dan fixed wireless access berbasis teknologi Code Division Multiple Access (CDMA) PT Mobile-8 Telecom Tbk segera menyelesaikan restrukturisasi utang senilai Rp 2 triliun pada 2010.

"Restrukturisasi sedang kami negosiasikan kepada pemegang obligasi," kata Direktur Utama Mobile-8 Merza Fachys, di sela Indonesia Cellular Show (ICS) 2010, di Jakarta Convention Center, Rabu (14/7/2010).

Menurut Merza, utang obligasi dalam bentuk rupiah sebesar Rp 675 miliar sudah selesai restrukturisasi.

Sedangkan utang obligasi denominasi valuta asing sebesar US$ 100 juta masih dalam tahap penjajakan restrukturisasi."Utang obligasi rupiah Rp 675 miliar jatuh tempo disetujui diperpanjang dari 2012 menjadi 2017," katanya.

Adapun utang obligasi valas sedang diupayakan mendapat perpanjangan jatuh tempo, termasuk dengan pengurangan bunga. "Negosiasi restrukturisasi masih terus berlangsung, diharapkan mendapat persetujuan dalam waktu dekat," katanya.

Selain utang obligasi rupiah, perseroan juga sudah menyelesaikan restrukturisasi utang usaha kepada sejumlah vendor.

Utang vendor meliputi kepada Samsung US$ 25 juta, dan vendor lokal Moratel. "Utang kepada Moratel saya lupa persis angkanya," ujarnya.
    
Ia hanya menjelaskan, utang kepada para vendor tersebut umumnya sudah dikonversi menjadi saham. "Kami mengupayakan juga kalau bisa utang perseroan di-swap, tapi bagaimana keputusannya masih negosiasikan," ungkap Merza.

Menurutnya, manajemen berharap jika restrukturisasi tersebut rampung, maka rencana merger dengan Smart Telecom bakal dapat direalisasikan.
 
Meski begitu Merza tidak menjelaskan opsi merger yang akan dilakukan dengan Smart, karena masih dalam tahap kajian mendalam.

(rou/dnl)