Catat Rugi Rp 2 Triliun, Harga Saham Produsen BlackBerry Tetap Naik

- detikFinance
Jumat, 28 Sep 2012 12:40 WIB
Montreal - Produsen BlackBerry Research in Motion (RIM) mengalami kerugian US$ 235 juta atau Rp 2,11 triliun pada kuartal terakhir. Meski rugi, saham perusahaan asal Kanada ini naik. Kenapa?

Dalam kuartal terakhir yang berakhir 1 September 2012, kerugian yang dialami RIM masih lebih baik dari perkiraan pelaku pasar. RIM memang tengah terguncang karena perubahan yang sangat cepat di pasar smartphone.

Nilai rugi per saham RIM mencapai 27 sen, nilai ini dinilai tidak terlalu buruk ketimbang perkiraan pelaku pasar yang memperkirakan rugi per saham adalah 46 sen. Namun harga saham RIM pada perdagangan kemarin naik 18%.

"Di samping adanya perubahan yang kami lakukan di organisasi, hasil kuartal kedua ini memperlihatkan RIM melakukan progres finansial dan operasional sepanjang transisi ini," ujar Presiden Direktur RIM Thorsten Heins dikutip dari AFP, Jumat (28/9/2012).

Heins mengatakan, ponsel BlackBerry 10 yang akan diluncurkan RIM siap berkometisi dengan iPhone keluaran Apple dan ponsel Android. "BlackBerry 10 bakal diluncurkan kuartal I-2013," ujar Heins.

Peluncuran BlackBerry 10 ini mundur dari rencana awal yaitu di akhir 2012 ini.

RIM menyatakan, pendapatannya di kuartal kedua tahun fiskalnya naik 2% menjadi US$ 2,9 miliar dibanding kuartal sebelumnya. Namun pendapatan ini turun 31% dibanding kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Perusahaan ini juga mengaku telah menjual 7,4 juta BlackBerry dan 130 ribu tablet BlackBerry PlayBook. Saat ini jumlah pelanggan BlackBerry di seluruh dunia mencapai 80 juta dan posisi kas naik menjadi US$ 2,3 miliar.


(dnl/hen)