Follow detikFinance
Minggu 24 Nov 2013, 11:02 WIB

Diincar Tiga Emiten, Anak Usaha Telkom Tak Akan Dilepas

- detikFinance
Diincar Tiga Emiten, Anak Usaha Telkom Tak Akan Dilepas
Jakarta - PT Telkom (Persero) Tbk (TLKM) tak akan melepas sebagian saham di anak usaha yang bergerak di bisnis menara, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel). Telkom akan terus mengembangkan bisnis tersebut.

\\\"Kita tak akan melepas momentum untuk melepas saham di Mitratel. Kita harus unlock value sebelum windows opportunity tertutup. Tren pertumbuhan industri menara bisa melambat sebab saat ini penetrasi pengguna seluler sudah 118 persen,\\\" ungkap Director Innovation & Strategic Portfolio Telkom Indra Utoyo di Jakarta, seperti dikutip Minggu (24\/11\/2013).

Telkom tengah mengaji dua bisnis model untuk melepas sebagian saham di Mitratel yakni backdoor listing dengan mitra strategis atau Initial Public Offering (IPO). Praktik Backdoor listing biasanya saham dari satu perusahaan diambil alih oleh perusahaan yang telah tercatat di bursa saham sehingga secara tidak langsung menjadi bagian dari emiten yang tercatat di pasar modal.

\\\"Unlock value nanti dengan mitra strategis. Saat ini tinggal dua penyedia menara yang tersisa di proses pelepasan ini yaitu PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo\/anak usaha Sarana Menara Nusantara). Kemungkinan kita pilih satu dari dua pilihan tersebut sebagai mitra startegis,\\\" paparnya.

Lebih jauh ia mengatakan perseroan hanya ingin memilih rekan strategis dengan emiten atau perusahaan yang tercatat di bursa saham yang sudah teruji dapat menumbuhkan tenancy ratio. \\\"Tapi kalau partner biasa, kami terbuka sama siapa saja,\\\" katanya.

Mitratel sejak 2011 telah diwacanakan dibawa melantai ke bursa saham oleh Telkom. Mitratel memiliki aset tiga ribu menara dengan valuasi sekitar Rp 3 triliun. Pada 2012, Mitratel memiliki pendapatan sebesar Rp 1,6 triliun serta mencatat laba bersih sebesar Rp 305,007 miliar.

Untuk menangani aksi korporasi ini Telkom sudah menunjuk Barclays Capital. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), dan PT Solusi Tunas Prama Tbk (SUPR) dikabarkan ikut dalam beauty contest memperebutkan 49 persen saham Mitratel ini.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Alex J Sinaga mengungkapkan, dampak dari adanya konsolidasi yang dilakukan XL dan Axis akan membuat terjadi efisiensi di industri.

\\\"Industri telekomunikasi akan lebih efisien sehingga overlap infrastruktur bisa diminimalisir yang berujung cost infrastruktur bisa turun. Bagi perusahaan menara, dampak konsolidasi ini secara jangka pendek akan terasa antara satu sampai tiga tahun, tetapi bisnis menara akan menjadi lebih sehat. Mereka akan konsolidasi, karena dimana-mana ada menara itu juga tidak bagus,\\\" jelasnya.

Menurut Analis dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Ahmad Sujatmiko, jika Telkom merealisasikan aksi pelepasan sebagian saham di Mitratel memang akan menguntungkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.

\\\"Jika melepas sebagian saham di Mitratel, artinya Telkom akan mendapatkan dana segar sehingga dapat digunakan untuk melakukan ekspansi. Backdoor listing akan menjadikan Mitratel bagian dari perusahaan terbuka (backdoor listing) sehingga dapat memperoleh dana dari pasar modal,\\\" kata Ahmad.

Sebelumnya, dalam rumor saham detikFinance, disebutkan Telkom berencana melepas sebagian saham anak usahanya, PT Daya Mitra Telekomunikasi (Mitratel). Kabarnya ada tiga emiten yang sudah melakukan penawaran.


(dru/dru)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed