Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 26 Feb 2015 12:01 WIB

Ironi Debt Collector, Biasa Tagih Uang Kini Duitnya Rp 800 Juta Nyangkut di Forex

- detikFinance
Jakarta - Mickhael Marthin harus gigit jari karena uang pribadinya sekitar Rp 800 juta raib tanpa kejelasan di tangan pialang foreign exchange (forex) curang, PT Rex Capital Futures. Ia termasuk orang yang tak beruntung dari 37 nasabah PT Rex Capital yang dananya Rp 10,5 miliar belum kembali.

Ada hal ironi yang dialami oleh Mickhael, profesinya yang sehari-hari sebagai debt collector atau jasa penagih utang justru kesulitan mendapatkan uangnya sekitar Rp 800 juta. Hal ini karena pialang PT Rex Capital cedera janji alias curang karena tak bisa mengembalikan dana yang sudah disetor Mickhael .

Pria yang berperawakan tinggi besar ini, mengaku mencoba-coba di permainan forex karena berharap bisa untung besar karena rekomendasi temannya.

Uangnya Rp 800 juta yang kini raib, awalnya hanya ia setorkan ke pialang dalam jumlah lebih kecil pada akhir 2013. Namun karena menguntungkan, akhirnya secara perlahan jumlah uang yang ditransaksikan di forex makin membesar. Awalnya modal yang disetorkan hanya Rp 200 juta.

"Sekarang uang saya Rp 800 juta belum balik," kata Mickhael kepada detikFinance, Rabu (25/2/2015)

Berdasarkan dokumen lampiran yang diterima detikFinance, tentang laporan kerugian para nasabah PT Rex Capital Futures kepada Menteri Perdagangan Rachmat Gobel.

Mickhael memiliki dua account di PT Rex Capital Futures, nilai kerugiannya di account pertama mencapai Rp 817 juta dan di account kedua mencapai Rp 499,064 juta.

Ia sempat mengajak sang mertua untuk ikut bertransaksi di forex. Uang Rp 300 juta dari sang mertua pun, ia percayakan kepada sang pialang RTF. Setelah menikmati manisnya untung dari forex yang hanya sesaat, para pialang yang memutar uangnya dan mertuanya ini kini menghilang.

Padahal uang ratusan juta merupakan hasil uang hasil saya kerjanya selama 10 tahun. "Ada uang mertua saya juga, saya ditagih terus kan jadi nggak enak," katanya.

Mickhael kini bertekad akan tetap menagih uangnya dengan cara apapun termasuk menekan pihak regulator bursa yaitu Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), agar segera menerbitkan surat pencairan dana kompensasi yang menjadi haknya.

"Kalau teman saya bilang lebih baik mati ngamuk daripada mati ngantuk, kalau saya punya prinsip saya lebih baik mati sombong," katanya.

(hen/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed