Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 22 Jul 2015 11:35 WIB

Tambang Bakrie Rugi Rp 4,5 T, Tahun Lalu Untung Rp 4,5 T

Angga Aliya - detikFinance
Ilustrasi (Foto: dok.detikFinance) Ilustrasi (Foto: dok.detikFinance)
Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat rugi US$ 345,7 juta (Rp 4,49 triliun) di kuartal I-2015. Tahun lalu tambang milik Grup Bakrie itu masih mencatat laba US$ 349,5 juta (Rp 4,54 triliun).

Ada beberapa faktor yang menyebabkan perusahaan tambang tersebut mengalami kerugian. Seperti dikutip dari laporan kinerja keuangan Bumi Resources, Rabu (22/7/2015), salah satu faktor kerugian adalah turunnya omzet atau pendapatan dari US$ 19,2 juta (Rp 249 miliar) menjadi hanya US$ 10,5 juta (Rp 136 miliar) di tiga bulan pertama 2015.

Sementara laba kotornya dibukukan US$ 9,16 juta di akhir Maret 2015, dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 17,3 juta.

Beban usaha Perseroan juga ikut turun, namun tidak setara dengan omzet, yaitu dari US$ 15,5 juta di kuartal I-2014 menjadi US$ 11,3 juta di kuartal pertama tahun ini.

Beban usaha yang masih tinggi itu membuat perusahaan tambang batu bara yang beroperasi di Kalimantan Timur itu mencatat kerugian US$ 2,1 juta di kuartal I-2015, bandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya US$ 1,7 juta.

Rugi selisih kurs yang diderita perusahaan sedikit berkurang tahun ini, hanya US$ 911 ribu dibandingkan tahun sebelumnya US$ 1,4 juta.

Beban keuangan yang masih tinggi juga membuat Bumi Resources mencatat rugi besar. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, beban bunga dan keuangan BUMI sebesar US$ 132,6 juta sudah berkurang dari tahun sebelumnya US$ 232,5 juta.

Tahun lalu Bumi Resources bisa mencetak laba berkat uang hasil penjualan 19% saham Kaltim Prima Coal (KPC) ke China International Corporation (CIC) sebesar US$ 746 juta.

Sementara tahun ini tidak ada aset strategis BUMI yang dijual, sehingga kinerja keuangannya kembali mencatat negatif.

(ang/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed