Follow detikFinance
Jumat 04 Nov 2016, 14:52 WIB

Labanya Merosot 42%, Begini Cara Blue Bird Survive

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Labanya Merosot 42%, Begini Cara Blue Bird Survive Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Perusahaan operator taksi, PT Blue Bird Tbk (BIRD) mencatatkan pelemahan kinerja yang tercermin dari perolehan laba bersih pada periode September 2016 yang hanya tercatat Rp 362,81 miliar atau merosot 42,32% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 629,16 miliar.

Kondisi ini tak lepas dari meningkatnya beban usaha yang dicatatkan perusahaan. Hingga September 2016, beban usaha yang dicatatkan perusahaan sebesar Rp 435,23 miliar dari periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 350,69 miliar.

Penurunan kinerja juga terimbas dari menurunnya pendapatan bersih perusahaan sebesar 10,66%. Pada periode ini, pendapatan bersih perusahaan hanya tercatat Rp 3,6 triliun dari posisi tahun sebelumnya yang mencapai Rp 4,03 triliun.

Bagaimana perseroan tetap mempertahankan bisnisnya di tengah pelemahan kinerja?

Perseroan akan terus mengoptimalkan adaptasi teknologi untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan utilisasi taksi. Aplikasi "My Blue Bird" yang tersedia baik untuk smartphone berbasi iOS maupun Android kini sudah bisa mendukung penggunaan "non tunai" yang telah meningkatkan jumlah booking melalui aplikasi dengan sangat signifikan.

Perseroan juga akan memperkenalkan fitur-fitur baru dalam aplikasi My Blue Bird yang akan semakin memudahkan proses pemesanan taksi dan juga pembayaran sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan dan daya saing Blue Bird dalam pasar yang kini sedang berubah.

Segmen non taksi seperti penyewaan mobil dan bus menunjukkan peningkatan yang menggembirakan di periode September 2016. Pendapatan dari segmen non taksi tumbuh sebesar Rp 62,6 miliar (12,3%) dibandingkan periode yang sama di tahun 2015. Segmen non taksi juga mengambil porsi pendapatan konsolidasi yang lebih tinggi pada periode September 2016 yaitu sebesar 15,8% dibandingkan 12,6% pada periode yang sama di tahun lalu.

Kas dan setara kas pada akhir periode September 2016 meningkat dari Rp 172 miliar di September 2015 menjadi Rp 238 miliar di September 2016, atau naik sebesar 39% YoY. Kenaikan arus kas ini disebabkan oleh optimalisasi dari timing penggantian armada dan langkah efisiensi Perseroan.

Neraca Perseroan juga berada dalam posisi yang sehat di mana rasio net debt to equity untuk periode September 2016 berada di level 0,37x atau hanya turun sedikit dari 0,40x pada periode yang sama tahun lalu. Perseroan juga berhasil menjaga rasio net debt to EBITDA di level 1,02x dan rasio interest coverage ratio di 6,9x untuk periode September 2016. (drk/drk)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed