Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 14 Nov 2016 19:03 WIB

Besok Ada Gelar Perkara Ahok, Bos BEI Yakin Tak Pengaruhi IHSG

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Ardan Adhi Chandra Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Gelar perkara terhadap Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan dilakukan besok. Gelar perkara terhadap Ahok juga dikhawatirkan akan disusul dengan demonstrasi yang ditakutkan memberikan sentimen negatif terhadap pasar modal.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio meyakinkan, gejolak politik di dalam negeri tersebut tidak akan memberikan dampak negatif kepada transaksi di BEI.

Bahkan, gejolak politik saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) hingga pemilihan presiden (Pilpres) juga tidak mampu memberikan sentimen negatif ke BEI khususnya ke Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Historically mau ada pemilihan presiden atau Pilkada tidak pernah mempengaruhi. Data-data di 2009 dan 2014 dan bahkan kemarin. Sampai sekarang historically tidak pernah pengaruh," kata Tito di Hard Rock Cafe Pacific Place, SCBD, Jakarta Selatan, Senin (14/11/2016).

"Kejadian politik, pemilu, dan apalagi cuma Pilkada tidak pernah berpengaruh," lanjut Tito.

Menurut Tito, pasar modal Indonesia saat ini lebih berpengaruh terhadap kondisi politik di Amerika Serikat (AS). Pasca menangnya Donald Trump dalam pemilu AS, gejolak terjadi di pasar keuangan dunia, juga di Indonesia.

Para investor asing banyak menarik dananya lantaran adanya rencana Trump memperbaiki ekonomi AS yang diikuti dengan rencana kenaikan suku bunga acuan AS Fed Fund Rate (FFR). Namun, sampai saat ini rencana tersebut masih belum pasti sehingga banyak investor asing yang berspekulasi.

"Psikologi benar terjadi Trump Effect, terjadi uncertainty, orang nggak berpikir jangka panjang jadi high cost. Fundamental semua saham commodity masih bagus, jadi kita nggak takut," tutur Tito. (drk/drk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com