Astra Siapkan Capex Rp 15 T untuk Belanja Alat Berat

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 24 Feb 2017 17:10 WIB
Foto: Danang Sugianto
Jakarta - PT Astra International Tbk (ASII) tahun ini menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga Rp 15 triliun. Dana tersebut akan dibagikan ke seluruh lini bisnisnya.

Presiden Direktur Astra Internasional Prijono Sugiarto menerangkan, dari modal tersebut akan disalurkan kepada PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar Rp 5-6 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasokan alat berat.

"Untuk UT terutama untuk kebutuhan alat-alat berat," tuturnya di Hotel Mulia, Jakarta, Jumat (24/2/2017).

Pri, begitu sapaan akrabnya menjabarkan, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) akan mendapatkan jatah dari capex konsolidasi tersebut sebesar Rp 2,2 triliun. Kemudian PT Astra Graphia Tbk (ASGR) mendapatkan bagian sekitar Rp 1,5-2 triliun.

"Itu untuk pengembangan-pengembangan outlet Astra Graphia," tambanya.

Kemudian perseroan juga akan menyalurkan kepada anak usahanya yang bergerak di infrastruktur yakni PT Asratel Nusantara. Dana tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan proyek pembangunan jalan tol yang digarap, seperti tol Kertosono-Mojokerto dan tol Kunciran Serpong.

"Kunciran-Serpong meski tidak selesai sekarang tapi bertahap dikeluarkan belanja modal," tambahnya.

Tak ketinggalan, PT Bank Permata Tbk (BNLI) juga akan mendapatkan jatah suntikan modal melalui penerbitan saham baru dengan skema HMETD (right issue) sekira Rp 3 triliun. Astra Internasional sendiri memegang saham BNLI sekira 45%.

Astra Internasional sendiri masih menaruh harapan besar kepada Bank Permata. Meskipun bank tersebut pada 2016 bank menderita kerugian sebesar Rp 6,48 triliun. Catatan tersebut berbanding terbaik di tahun sebelumnya yang mencatatkan laba sebesar Rp 247,1 miliar.

Direktur Independen Astra Internasional Gunawan Geniusaharja mengatakan, perkembangan kinerja Bank Permata tahun ini sudah terlihat sejak bulan pertama. Menurut catatan perusahaan pada Januari 2017 Bank Permata sudah membukukan laba setelah pajak sebesar Rp 136,5 miliar.

"Profit after tax Rp 136,5 miliar, harapan setelah kembali normal maka Bank Permata akan melakukan sinergi lebih baik dengan Astra dan pemegang saham lain, sehingga kontribusi ke Astra juga lebih baik," katanya.

Menurut Gunawan, kerugian Bank Permata lantaran bank itu telah melakukan pembukuan pencadangan kredit bermasalah untuk perkuat kondisi keuangan. Untuk itu, Astra Internasional berencana akan menyuntikan modal lagi ke Bank Permata sebesar Rp 3 triliun tahun ini dengan menjaga pencadangan modal.

"2016 kita telah tambahkan modal Rp 5,5 triliun, 2017 tambah lagi Rp 3 triliun. Sehingga posisi CAR (capital adequacy ratio) masih tetap di 16%, demikian juga LDR (loan to deposit ratio) masih dibawah 80%, sehingga harapan kita posisi Bank Permata masih lebih baik dan tetap menjalankan fungsi," tutur Gunawan. (mkj/mkj)