Follow detikFinance
Rabu 26 Apr 2017, 20:03 WIB

Peluang IHSG Tembus 6.000 Makin Besar

Danang Sugianto - detikFinance
Peluang IHSG Tembus 6.000 Makin Besar Peluang IHSG Tembus 6.000 Makin Besar (Foto: Rachman Haryanto)
Jakarta - Hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 45,7 poin atau 0,81% dan mencapai level 5.726. Posisi IHSG itu merupakan rekor baru dan level tertinggi sepanjang masa.

Menurut Analis Samuel Sekuritas Muhammad Al Fatih masih ada kemungkinan IHSG kembali pecahkan rekor baru. Sejak awal tahun Samuel Sekuritas juga memprediksi akhir tahun nanti IHSG bisa tembus level 6.000.

"Kalau dilihat dari laporan keuangan emiten full year secara fundamental itungan kami bisa 6.000. Secara teknikal 6.000 juga, jadi potensi kenaikan masih ada," tuturnya saat dihubungi detikFinance, Rabu (26/4/2017).

Arus masuk dana asing ke pasar modal juga terus mengalir. Hari ini saja tercatat ada net buy sebesar Rp 1,9 triliun.

Namun menurut Al Fatih masuknya dana asing yang besar juga berpotensi adanya capital outflow secara tiba-tiba di masa mendatang jika ada faktor pendorongnya.

"Jadi kita tetap harus hati-hati dengan dana asing yang masuk, karena kalau keluar mendadak berisiko. Memang belum terlihat faktor itu, tapi bagaimanapun harga indeks kita sudah cukup mahal, ada gangguan bisa saja terjadi," imbuhnya.

Sementara jika dilihat secara sektoral, Al Fatih memandang sektor komoditas dan keuangan yang menunjukan penguatan cukup tinggi. Hal itu lantaran harga tambang batu bara yang berada dalam tren positif.

"Sementara untuk sektor keuangan emiten bank hasil laporan keuangannya cukup bagus. Selain itu sektor aneka industri juga membaik terutama Astra," tukasnya.

Sebelumnya Al Fatih juga menjelaskan bahwa banyak faktor yang menopang penguatan IHSG. Dari sisi dalam negeri ditopang oleh sentimen neraca perdagangan nasional yang positif dan Pilkada DKI Jakarta yang berlangsung aman mengembalikan kepercayaan diri pelaku pasar.

"Terakhir itukan memang data perdagangan kita bagus. Kemudian juga Pilkada DKI sudah selesai, dengan proses yang damai. Kemudian yang terpilih bukan orang yang baru investor kenal mereka," tuturnya.

Neraca perdagangan RI pada Maret 2017 tercatat surplus US$ 1,23 miliar. Di bulan sebelumnya Februari 2017 juga tercatat surplus sebesar US$ 1,26 miliar.

Dari sisi global juga cukup mendukung. Mulai dari meredanya konflik Korea Utara vs Amerika Serikat hingga perekonomian China yang membaik. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed