Follow detikFinance
Kamis 15 Jun 2017, 19:20 WIB

Adhi Karya Raih Kontrak Baru Rp 5,3 T di Akhir Mei

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Adhi Karya Raih Kontrak Baru Rp 5,3 T di Akhir Mei Foto: Citra Fitri Mardiana-detikFinance
Jakarta - PT Adhi Karya Tbk (Persero) Tbk meraih kontrak baru senilai Rp 5,3 triliun hingga Mei 2017. Pencapaian ini baru 23% dari target kontrak baru Adhi Larya di 2017 sebesar Rp 21 triliun.

"Sampai Mei perolehan kontrak Rp 5,3 triliun atau 23% dari target Rp 21 triliun. Nilai kontrak ini belum termasuk LRT," kata Direktur Keuangan dan Legal Adhi Karya, Haris Gunawan di Hotel Grandhika, Jakarta Selatan, Kamis (15/6/2017).

Masih rendahnya perolehan kontrak baru di lima bulan pertama 2017, kata Haris, disebabkan masih banyaknya proses lelang di Kementerian PUPR dalam pengerjaan proyek infrastruktur. Selain itu, ada beberapa proyek swasta lainnya yang masih diikuti proses lelangnya oleh Adhi Karya.

"Memang ada beberapa hal mengapa kontrak belum tinggi, proses proyek PU masih proses bidding. Kita juga ada proyek swasta dan kita sedang mengembangkan bisnis di bidang properti," kata Haris.

Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru pada Mei 2017didominasi oleh konstruksi dan energi 92,3% dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.

"Dari lini bisnis konstruksi dan energi pencapaiannya 92,3% dan lainnya 7,7%," tambah Haris.

Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru terdiri dari APBN/APBD 28,2%, BUMN 32,8%, sementara swasta atau yang lainnya 39%. Berdasarkan tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek gedung 70%, jalan dan jembatan 19,5%, serta proyek infrastruktur lainnya 10,5%.

Adhi Karya ke depan juga akan fokus pada bisnis properti mengingat Adhi Karya tengah menggarap proyek LRT Jabodebek. Di beberapa stasiun LRT Jabodebek nantinya akan dibangun hunian dan pusat bisnis dengan konsep transit oriented development (TOD).

"Yang paling menjadi engine growth-nya Adhi ke depan adalah kita akan konsen kepada pembangunan di bidang properti. Jadi kalau Waskita punya tol, PP punya energi, Adhi melihat bahwa potensi properti masih cukup besar," tutur Haris. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed