Follow detikFinance
Minggu 02 Jul 2017, 16:30 WIB

Ramai Seruan Boikot, Ini Tanggapan Starbucks Indonesia

Danang Sugianto - detikFinance
Ramai Seruan Boikot, Ini Tanggapan Starbucks Indonesia Starbucks (Foto: iStock)
Jakarta - CEO Starbucks Howard Schultz kembali menunjukkan dukungannya terhadap pernikahan sejenis. Lebih frontal, kali ini Schultz mempersilahkan para pemegang saham Starbucks yang menolak pernikahan sejenis untuk menjual sahamnya.

Berbagai pihak sontak menanggapi miring terkait pernyataan Schultz, termasuk di Indonesia. Bahkan PP Muhammadiyah menyerukan untuk memboikot produk Starbucks di Indonesia.

PT MAP Boga Adiperkasa Tbk selaku pemegang lisensi Starbucks di Indonesia, menegaskan bahwa pihaknya menjalankan bisnis secara independent. Pihaknya juga akan menghargai hukum dan budaya yang berlaku di Indonesia.

"Pada dasarnya kami selalu mengikuti hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia, serta mengargai pertimbangan budaya lokal. Sebagai informasi bahwa kami adalah perusahaan Indonesia yang mengoperasikan lisensi gerai Starbucks di Indonesia secara independent," kata Direktur MAP Boga Adiperkasa Fetty Kwartati kepada detikFinance, Minggu (2/7/2017).


MAP Boga Adiperkasa sendiri selain mengoperasikan Starbucks di Indonesia juga memegang lisensi gerai makanan ternama lainnya seperti Pizza Express, Krispy Kreme, Cold Stone dan GODIVA Chocolates. Fetty menegaskan bahwa pihaknya menjalankan bisnisnya tanpa ada pengaruh dari pihak manapun.

"Independently bahwa bisnis Starbucks di Indonesia dimiliki oleh MAP Boga Adiperkasa dan investor," tukasnya.


Sebelumnya diberitakan, Schultz melontarkan pernyataan kepada para pemegang saham Starbucks yang tidak mendukung pernikahan sejenis bahwa dia tidak menginginkan dana investasi mereka. Hal itu diungkapkannya di depan para investor dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Starbucks.

Secara tersirat dia menghimbau agar para investor yang tidak mendukung pernikahan sejenis agar melepas sahamnya di Starbucks. Dia menyarankan agar berinvestasi di perusahaan lain.


Mendengar hal itu, PP Muhammadiyah pun angkat bicara. Menurut Ketua Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah Anwar Abbas, Schultz sudah melewati batas. Dia bahkan mencurigai bahwa Schultz juga akan mengancam seluruh karyawan Starbucks untuk ikut mendukung pernikahan sejenis.

"Kalau pemegang saham saja bisa dia ancam apalagi karyawan di bawah dia," tuturnya saat dihubungi detikFinance.

Dengan pernyataan tersebut menurut Anwar, Schultz sama saja menjadikan Starbucks sebuah institusi usaha yang fokus berbisnis tapi juga menyuarakan ideologi tersendiri. Dia khawatir ideologi tersebut juga disebarkan hingga Indonesia.

"Dia ini punya idelogi, punya misi meminta dunia mengakui pernikahan sejenis. Jadi perjuangannya bukan hanya di Amerika, tapi juga di Asia termasuk di Indonesia. Dia menjadikan institusinya sebagai media untuk memperjuangkan ide dan gagasannya. Ini jelas-jelas tidak bisa kita terima," tegasnya.

Menurut Anwar pernikahan sejenis bukanlah hak asasi manusia yang bisa diperjuangkan. Sebab kata dia hubungan sejenis merupakan penyimpangan.

"Hak asasi itu seperti makan, minum, hidup, bicara, kalau diperjuangkan maka manusia bisa hidup sejahtera. Nah kalau ini beda, bayangkan jika semua orang kawin sejenis maka dalam waktu 100 tahun punahlah manusia," terangnya.

Dia pun menghimbau pemerintah agar mempertimbangkan untuk mencabut izin Starbucks di Indonesia. Sebab karena Schultz kini Starbucks hadir bukan hanya memiliki misi bisnis tapi juga menyebar ideologi.

"Saya juga meminta masyaralat untuk mempertimbangkan apakah perlu memboikot produk Starbucks ini atau bagaimana. Karena kalau pemegang saham memberhentikan Schultz maka Starbucks-nya enggak salah. Karena ini akan menyebabkan pendapatan menurun. Kita di Indonesia juga harus bereaksi," tegasnya. (dna/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed