Follow detikFinance
Jumat, 15 Sep 2017 12:06 WIB

Sesi I

'Adu' Rudal Korut-Korsel Bikin IHSG Melemah ke 5.835

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah ke zona merah di tengah memanasnya tensi geopolitik dunia. Padahal, pagi tadi IHSG masih bisa naik tipis.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat tipis. Dolar AS berada di posisi Rp 13.240 dibandingkan posisi pada perdagangan kemarin sore Rp 13.249.

Pada perdagangan preopening, IHSG naik tipis 2,444 poin (0,04%) ke level 5.854,446. Sedangkan Indeks LQ45 menguat tipis 0,617 poin (0,06%) ke level 974,784.

Mengawali perdagangan, Jumat (15/9/2017), IHSG dibuka tumbuh 4,070 poin (0,07%) ke level 5.856,072. Indeks LQ45 dibuka bertambah 0,501 poin (0,05%) ke level 974,668.

Jeda siang, IHSG gagal mempertahankan laju positifnya. IHSG turun 16,085 poin (0,27%) ke 5.835,917. Indeks LQ45 berkurang 4,053 poin (0,43%) ke 970,114.

Investor asing mencatat net buy 145,663 miliar. Saham-seham sektor industri dasar paling banyak diburu investor asing. Siang ini, 7 sektor saham mengalami pelemahan. Paling dalam dialami sektor tambang yang jatuh 1,56%. Sebanyak 120 saham menguat, 154 saham memlemah dna 115 saham stagnan.

Transaksi siang ini terpantau moderat dengan frekuensi sebesar 145.039 kali transaksi sebanyak 4,8 miliar lembar saham senilai Rp 2,6 triliun. Posisi tertinggi IHSG terjadi di 5.854,446 dan terendah di 5.833,414.

Semalam Wall Street berakhir positif. Indeks Dow Jones naik 0,2% ditutup ke level tertinggi baru 22.203,5. Mulai naiknya inflasi Amerika mendorong spekulasi kenaikan tingkat bunga The Fed menjelang rapat FOMC 19-20 September.

Bursa-bursa Asia siang ini dibayang-bayangi kekhawatiran naiknya tensi geopolitik setelah peluncuran rudal Korea Utara pagi ini yang melintasi wilayah udara Jepang.

Berikut situasi di bursa regional pagi hari ini:
  • Indeks Nikkei 225 naik 102,13 poin (0,52%) ke level 19.909,57.
  • Indeks Hang Seng naik 84,22 poin (0,30%) ke level 27.861,42.
  • Indeks Komposit Shanghai turun 10,80 poin (0,32%) ke level 3.360,63.
  • Indeks Straits Times berkurang 8,64 poin (0,27%) ke level 3.212,31.
Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah Indah Kiat Pulp (INKP) naik Rp 610 ke Rp 3.920, Chandra Asri (TPIA) naik Rp 425 ke Rp 22.825, Matahari (LPPF) naik Rp 325 ke Rp 10.050 dan Metropolitan Kentjana (MKPI) naik Rp 175 ke Rp 32,725.

Saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.700 ke Rp 67.550, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp 700 ke Rp 50.400, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 650 ke Rp 9.325 Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 400 ke Rp 15.100.

Pelemahan IHSG disinyalir karena terimbas dari pelemahan mayoritas bursa regional. Sentimen negatifnya berasal dari aksi adu rudal antaran Korea Utara dan Korea Selatan.

"Karena Asia sedang kembali memerah IHSG terkena imbas profit taking lagi," kata Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada.

Padahal dari sisi domestik ada sentimen positif dari data perekonomian. BPS mencatat terjadi surplus US% 1,17 miliar pada neraca perdagangan Agustus 2017. Angkat tersebut merupakan surplis terbesar sejak 2012. (dna/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed