Follow detikFinance
Rabu 27 Dec 2017, 19:35 WIB

Sandiaga Target Jual Saham 1 BUMD/Tahun

Tsarina Maharani - detikFinance
Sandiaga Target Jual Saham 1 BUMD/Tahun Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno tidak memberikan anggaran penyertaan modal daerah (PMD) pada lima badan usaha milik daerah (BUMD). Hal ini dilakukan untuk mendorong BUMD agar lebih mandiri.

Sandi mengaku bahwa Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani turut menyetujui hal langkah tersebut. Bahkan Sri Mulyani berharap BUMD di DKI Jakarta dapat menjadi contoh bagi yang lain.

"Jadi BUMD tadi juga dibicarakan dengan Ibu Menkeu. Ibu menteri setuju strategi kita untuk memandirikan BUMD-BUMD. Malah mereka menginginkan agar BUMD kita menjadi yang menjadi percontohan," ucap Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (27/12/2017).

"Ibu Menkeu menyatakan bahwa strategi kita untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang jatuh ke BUMD itu bisa mendapatkan dampak ekonomis, dampak penciptaan lapangan kerja yang lebih signifikan ke depan. Jadi sekarang kita harus pastikan bahwa investasi PMD yang ada di BUMD itu tepat sasaran, tepat manfaat. Tentunya multilayer effect. Jadi beliau setuju sekali," sambungnya.

Demi mewujudkan kemandirian BUMD, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah hal. Salah satunya menggelar BUMD Gathering untuk membahas solusi dari kebijakan yang diterapkan.

"Kemarin sudah buat BUMD Gathering. Kita di situ sudah bilang bahwa kalian harus memastikan bahwa kebutuhan permodalan ke depan tentunya yang berkaitan dengan penugasan, kita sediakan. Tapi yang berkaitan dengan bisnis, kalian mesti menggunakan governance (tata kelola) terbaik untuk mencari modal dan mencoba melakukan pendekatan B to B (business to business), pendekatan yang bisa mendapatkan permodalan dari pasar modal, maupun dari institusi pembiayaan yang lain," tutur Sandi.

Terkait soal rencana initial public offering (IPO) atau penjualan saham umum perusahaan BUMD kepada investor, Sandi memastikan akan dimulai pada 2018. Ia menargetkan setidak-tidaknya setiap tahun ada BUMD yang mengakses pasar modal.

"Saya janji ada lima tahun kita ke depan, paling tidak setiap tahun ada satu BUMD yang IPO, go public buka investasi di pasar modal," katanya.

"Sudah dibicarakan langsung di roll out di 2018. Karena kemarin dari RUPS, maupun dari business plan di 2018 itu yang akan kami dorong," pungkasnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed