Follow detikFinance
Kamis, 11 Jan 2018 12:47 WIB

Butuh Rp 1,5 Triliun, META Terbitkan 5 Miliar Saham Baru

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) berencana menerbitkan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue, alam rangka penawaran umum terbatas II (PUT II).

Melansir keterbukaan informasi, Kamis (11/1/2018), perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 5 miliar saham baru seri B dengan nilai nominal Rp 70. Seluruh pemegang saham akan mendapatkan untuk membelinya.

Perseroan pun akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 19 Februari 2018 mendatang untuk meminta persetujuan pemegang saham. Rapat tersebut juga akan menentukan besaran saham baru yang diterbitkan, termasuk harga pelaksanaan finalnya.

Sementara Direktur Operasi Nusantara Infrastructure Danni Hasan dan pesan tertulisnya kepada detikFinance mengatakan, perseroan melakukan rights issue guna memenuhi kebutuhan dana untuk ekspansi bisnis di sektor infrastruktur. Dia menyebut kebutuhan dananya untuk tahun ini sekitar Rp 1,2 triliun hingga Rp 1,5 triliun.

"Itu untuk mendukung kebutuhan ekspansi infrastruktur. Kita harapkan kebutuhan itu bisa berasal seluruhnya dari rights issue ini. Jadi mungkin bisa diperkirakan harga pelaksanaannya. Tapi itu tetap menunggu hasil rapat," terangnya.

Jika dihitung dari kebutuhan dana tersebut dan jumlah saham yang akan dikeluarkan, maka diperkirakan harga rights issue META nantinya dalam rentang Rp 240-300 per saham. Sementara harga saham META kemarin berakhir di level Rp 228.

Perseroan berharap seluruh pemegang saham eksisting bisa menggunakan haknya. Namun jika tidak perseroan membuka diri bagi pemegang saham baru atau yang akan menjadi pembeli siaga.

Jika pemegang saham tidak melaksanakan hak HMETD-nya maka persentase kepemilikan sahamnya akan terdilusi sebanyak-banyaknya 25,19%.

Adapun saat ini sebanyak 49,52% saham seri B META atau sebanyak 7,35 miliar lembar dipegang oleh PT Metro Pacific Tollways Indonesia, lalu sisanya sebanyak 50,48% atau 7,49 miliar lembar tersebar di masyarakat. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed