Follow detikFinance
Kamis 11 Jan 2018, 12:24 WIB

Sesi I

Jeda Siang, IHSG Melemah ke 6.362

Dana Aditiasari - detikFinance
Jeda Siang, IHSG Melemah ke 6.362 Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona positif membuka perdagangan saham Kamis pagi ini. Sayang, penguatan tak berlangsung lama. Siang ini, IHSG parkir di zona negatif 6.362.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat tipis. Dolar AS berada di posisi Rp 13.434 dibanding posisi kemarin di posisi 13.450.

Pada perdagangan preopening, IHSG naik 3,857 poin (0,06%) ke level 6.375,031. Sedangkan Indeks LQ45 juga naik 0,988 poin (0,09%) ke 1082,671.

Membuka perdagangan, Kamis (11/1/2018), IHSG menguat 6,942 poin (0,11%) ke level 6.378,116. Indeks LQ45 juga naik 0,920 poin (0,09) ke 1.082,603.

Hingga pukul 09.10 waktu JATS, IHSG naik 9,007 poin (0,14%) ke level 6.371,174. Sementara Indeks LQ45 menguat 0,525 poin (0,03%) ke level 1.081,683.

Jeda siang, IHSG bergerak melemah hingga parkir di zona negatif. IHSG turun 8,632 poin (0,14%) ke 6.362,542. Indeks LQ45 turun 2,950 (0,27%) ke Rp 1.078,733.

Enam sektor saham mengalami pelemahan, dipimpin pelemahan sektor aneka industri yang jatuh 1,30%. Sebanyak 151 saham menguat, 158 saham melemah dan 120 saham stagnan.

Perdagangan saham siang ini terpantau moderat dengan frekuensi perdagangan sebanyak 177.571 kali transaksi dengan 5,9 miliar lembar saham diperdagangkan senilai Rp 3,3 triliun. Posisi tertinggi yang sempat dihinggapi IHSG berada di 6.384,031 dan terendah di 6.362,513.

Koreksi yang terjadi pada tiga indeks utama AS dikarenakan ketidakstabilan politik AS serta kekhawatiran pasar terkait China yang kemungkinan mengurangi atau bahkan memberhentikan pembelian Obligasi pemerintah AS.

Adapun berdasarkan data di Bloomberg, China merupakan pemegang obligasi AS terbesar di dunia, dimana data tersebut direspon dengan kenaikan imbal hasil treasury AS ke level tertinggi 10 bulan. Kenaikan imbal hasil tersebut membuat pasar saham tertekan dikarenakan adanya pengalihan investasi dari pasar saham ke Obligasi AS.

Selain itu, sentimen negatif lainnya ialah terkait rencana Trump yang segera mengumumkan keluarnya AS dari NAFTA ( North American Free Trade Agreement).

Senada dengan IHSG, bursa-bursa Asia siang ini juga kompak bergerak di zona negatif. Berikut situasi di bursa regional siang hari ini:
  • Indeks Nikkei melemah 145,119 poin (0,61%) ke level 23.641,600
  • Indeks Hang Seng melemah 15,432 poin (0,08%) ke level 31.056,070.
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 3,930 poin (0,12%) ke level 3.417,270.
  • Indeks Straits Times melemah 5,150 poin (0,14%) ke level 3.515,130.
Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah, Bayan Resources (BYAN) naik Rp 1.200 ke Rp 10.700, Indika Energy (INDY) naik Rp 210 ke Rp 3.910, Plaza Indonesia (PLIN) naik Rp 200 ke Rp 4.000 dan Pelat Timah Nusantara (NIKL) naik Rp 170 ke Rp 4.170.

Saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 82.600, Indocement (INTP) turun Rp 175 ke Rp 22.975, Astra (ASII) turun Rp 125 ke Rp 8.150 dan Prima Cakrawala (PCAR) turun Rp 110 ke Rp 845. (dna/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed