Follow detikFinance
Jumat 09 Feb 2018, 16:58 WIB

9 Sektor Melemah, IHSG Berkurang Nyaris Tinggalkan 6.505

Dana Aditiasari - detikFinance
9 Sektor Melemah, IHSG Berkurang Nyaris Tinggalkan 6.505 Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal berbalik kezona mositif sore ini dan tersungkur di zona merah pada penutupan perdagangan akhir pekan ini. IHSG turun ke 6.505.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini terus melemah. Dolar AS berada di posisi Rp 13.625. Kemarin dolar berada di level Rp 13.596.

Pada perdagangan preopening, IHSG melemah 53,348 poin (0,82%) ke level 6.491,286. Indeks LQ45 turun 13,370 poin (1,21%) ke level 1.089,707

Membuka perdagangan, Jumat (9/2/2018), IHSG melemah lagi 74,739 poin (1,14%) ke level 6.469,895. Indeks LQ45 tergelincir 15,285 poin (1,39%) ke 1.087,792.

Pada pukul 09.05 waktu JATS, IHSG berbalik arah dan turun 71,177 poin (1,09%) ke level 6.473,457. Sementara indeks LQ45 turun 13,568 poin (1,23%) ke 1.089,509.

IHGS tak kunjung membaik hingga jeda perdagangan siang ini. IHSG turun 72,127 poin (1,10%) ke 6.427,507. Indeks LQ45 melemah 13,296 poin (1,21%) ke 1.089,781.

Menutup perdagangan sore ini, IHSG masih melemah. IHSG turun 39,111 poin (0,60%) ke 6.505,523. Indeks LQ45 turun 5,414 poin (0,49%) ke 1.097,663.

Laju IHSG terseret nagitfnya laju mayoritas saham sektoral yang dipimpin pelemahan sektor tambang sebesar 2,48%. Posisi tertinggi yang sempat dihinggapi IHSG hingga sore ini berada di 6.505,523 dan terendah di 6.460,643.

Perdagangan saham terpantau cukup ramai dengan frekuensi perdagangan 333.360 kali transaksi sebanyak 11,8 miliar lembar saham senilai Rp 8,2 triliun.

Dow Jones kembali dalam zona merah. Kali ini Indeks DJIA kembali anjlok hingga 1032 poin (4%) di 23860,46. Indeks S&P dan Nasdaq masing-masing mengalami penurunan 3,75% dan 3,90% di 2581,00 dan 6777,16.

Penurunan ini kembali disebabkan kekhawatiran akan percepatan kenaikan tingkat suku bunga. Akan tetapi perlu diketahui Selama tahun 2017 DJIA telah naik tinggi sehingga koreksi memang rentan untuk terjadi. Sentimen negatif ini telah menekan EIDO turun hingga 3,53%.

Pada perdagangan hari ini akan terjadi 2 sentimen yang mempengaruhi. Sentimen positif berasal dari dalam negeri berupa kenaikan rating. Akan tetapi sentimen dari luar yaitu anjloknya bursa wall street akan menjadi sentimen negatif.

Selain itu harga komoditas juga mengalami koreksi. IHSG akan bergerak dalam tekanan dengan kecenderungan terkoreksi. Investor asing diduga masih akan membukukan penjualan bersih. IHSG akan berada pada rentang 6420 hingga 6570.

Bursa-bursa Asia sore ini juga kompak berada di zona merah. Berikut situasi di bursa regional sore hari ini:
  • Indeks Nikkei 225 turun 705,100 poin (3,22%) ke level 21.285,760
  • Indeks Hang Seng melemah 1.169,990 poin (3,84%) ke level 29.281,279
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 150,860 poin (3,62%) ke level 3.111,190.
  • Indeks Strait Times turun 61,840 atau (1,81%) ke level 3.354,060.
Saham-saham yang naik signifikan sore ini dan masuk jajaran top gainers di antaranya adalah, Unilever Indonesia (UNVR) naik 1.025 poin (1,89%) ke 55.400, Chandra Asri (TPIA) naik Rp 750 ke Rp 6.675, Indocement (INTP) naik Rp 650 ke Rp 21.800 dan Goodyear (GDYR) naik Rp 265 ke Rp 2.210.

Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.950 (2,35%) ke 81.200, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 28.300, Matahari (LPPF) turun Rp 375 dan Indika Energi (INDY) turun Rp 250 ke Rp 4.020. (dna/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed