Follow detikFinance
Rabu, 11 Apr 2018 13:33 WIB

Anak Usaha Pertamina Tawarkan Saham di Harga Rp 3.850-5.000

Danang Sugianto - detikFinance
Due Diligence Tugu Pratama/Foto: Danang Sugianto/detikFinance Due Diligence Tugu Pratama/Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Jakarta - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia siap melantai di pasar modal. Anak usaha dari PT Pertamina (Persero) itu hari ini menggelar due diligence dalam rangka penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO).

Perusahaan menawarkan sahamnya dalam rentang harga Rp 3.850 sampai dengan Rp 5.000 per lembar saham. Jumlah saham yang akan dilepas sebanyak 282.352.941 atau setara 15% dari modal yang disetor penuh per saham.

Selain itu perusahaan mengalokasikan saham dalam program kepemilikan saham kepada karyawan sebanyak 5%. Setelah IPO juga nantinya akan dibagikan saham dalam rangka Management Employee Stock Option sebesar 5% dari modal yang disetor penuh perusahaan.

"Kita akan melakukan IPO, yang jelas bahwa kebutuhan ini dalam rangka pengembangan bisnis ke depan," kata Presiden Direktur Asuransi Tugu Pratama Indonesia Indra Baruna di Ritz Carlton SCBD, Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Jika dihitung dari harga penawaran dan jumlah saham yang dilepas maka perusahaan akan memperoleh dana segar hasil IPO sekitar Rp 1,09 triliun sampai dengan 1,4 triliun.

Perusahaan berencana akan mengunakan dana tersebut sebesar 75% untuk belanja modal (capital expenditures). Sementara sisanya untuk disuntikkan ke entitas usahanya PT Tugu Reasuransi Indonesia.

Dalam rangka IPO ini perusahaan menunjuk PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai joint lead underwriter. Untuk bookbuilding sudah mulai dibuka hingga 23 April 2018.

Kemudian diharapkan bisa mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 4 Mei 2018 dan ditargetkan dicatatkan sahamnya di BEI pada 15 Mei 2018.

Sekedar informasi PT Pertamina (Persero) sendiri memegang saham sebanyak 65%. Sisanya dipegang oleh PT Sakti Laksana Prima 17,6%, Siti Taksiyah 12,5% dan Mohamad Satya Permadi.

Setelah IPO kepemilikan Pertamina terdelusi menjadi 55,25%, PT Sakti Laksana Prima 14,96%, Siti Taksiyah 10,33%, dan Mohamad Satya Permadi 4,46%. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed