Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 03 Jul 2018 17:07 WIB

Dolar AS Rp 14.400 Bikin Beban Utang Pemerintah Makin Berat?

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Tim Infografis: Andhika Akbarayansyah Foto: Tim Infografis: Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah mengalami penguatan lagi pada hari ini menjadi Rp 14.428. Apakah kondisi itu akan membuat beban utang pemerintah makin berat?

Menurut ekonom Indef, Eko Listiyanto pada dasarnya untuk saat ini penguatan dolar AS belum berdampak serius pada utang pemerintah. Pasalnya saat ini utang pemerintah masih didominasi jangka panjang.

"Kalau dilihat belum ya karena tetap utang jangka pendek kita itu. Sebagian besar utang itu kan bunga jangka menengah panjang sehingga trigger pelemahan rupiah hari ini tidak akan kita dirasakan seketika," katanya di Rantang Ibu, Jalan Raya Pasar Minggu, Selasa (3/7/2018).


Lebih lanjut, Eko menjelaskan walaupun tidak mengganggu jangka pendek namun penguatan dolar bisa menambah beban utang.

"ini pasti punya impact terhadap peningkatan istilahnya gambarannya karena depresiasi jadi mesti membayar lebih mahal," jelasnya.


Lantas, Eko menyarankan agar pemerintah dapat menerbitkan obligasi dalam bentuk valas. Hal itu agar mampu menutupi ketimpangan rupiah untuk membayar utang dalam bentuk dolar.

"Obligasi yang baru dikeluarkan dalam bentuk valas biar mengurangi gap jadi nggak mengganggu," tutupnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed