Follow detikFinance
Rabu, 11 Jul 2018 22:45 WIB

Sandi Tak Mau Berpolemik soal Rencana Penjualan Saham Anker Bir

Muhammad Fida Ul Haq - detikFinance
Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno/Foto: Indra Komara/detikcom Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno/Foto: Indra Komara/detikcom
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengimbau semua pihak tidak berpolemik soal rencana penjualan saham PT Delta Djakarta Tbk. Sandiaga khawatir pernyataan soal produsen Anker Bir itu mempengaruhi harga saham.

"Kalau DPRD menciptakan satu polemik yang terbuka di umum ini akan menjadikan satu bahan yang bisa berakibat negatif kepada harga saham. Kalau harga saham turun yang rugi siapa? yang rugi juga warga Jakarta karena ini milik rakyat Jakarta," kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2018).


Sandiaga mengatakan bila polemik diteruskan akan berdampak buruk bagi emiten berkode saham DLTA itu. Pemprov DKI, bisa ditegur Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"OJK akan memberikan peringatan kepada kita karena ini mendiseminasi berita-berita yang punya potensi untuk mempengaruhi harga saham. Itu tidak diperbolehkan berdasarkan undang-undang pasar modal," jelasnya.

Sandiaga menilai keuntungan yang diberikan PT Delta Djakarta tidaklah besar, namun hasil penjualan perusahaan tersebut dapat menguntungkan bagi Jakarta.


"Kalau dapat Rp 1,1 triliun sampai 1,2 triliun kita didepositioin selama setahun kita udah dapat Rp 50-60 miliar tidak tergantung dari pada bunga deposito tabungan. Kalau depositonya 5% dapat Rp 50 miliar," sebut Sandiaga.

Sebelumnya Ketua DPRD DKI Prasetio Edi menolak rencana Pemprov DKI Jakarta menjual saham PT Delta Djakarta Tbk. Pras mengatakan anggota Dewan akan menolak penjualan saham perusahaan yang dinilai masih menguntungkan.


"Nggak bisa (dijual). Harus persetujuan Dewan. Karena ini menghilangkan aset loh. Ini dikasih aset dan dia secara perusahaan sehat," kata Pras kepada wartawan di DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (10/7).

Pras menuturkan keberadaan PT Delta Djakarta masih dibutuhkan. Menurutnya, banyak pendapatan yang bisa diberikan ke APBD DKI.

"Kalau kita jual, terus bir nggak ada di Jakarta? Ini Ibu Kota negara loh, turis-turis asing datang ke sini, ke metropolitan ini, dilihat loh," jelasnya. (fdu/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed