Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 23 Agu 2018 20:20 WIB

Laba Bersih Adaro Energi Semester I-2018 Terkikis 12,14%

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Muhammad Idris-detikFinance Foto: Muhammad Idris-detikFinance
Jakarta - Kinerja keuangan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) kurang menggembirakan. Laba bersih perseroan menurun.

Melansir keterbukaan informasi, Kamis (23/8/2018), laba bersih ADRO pada semester I-2018 mencapai US$ 195,38 juta atau setara Rp 2,83 triliun (kurs Rp 14.500). Catatan itu turun 12,14% dari perolehan laba bersih di tahun sebelumnya sebesar US$ 222,39 juta.

Dari sisi pendapatan, ADRO sebenarnya berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 3,93% dari US$ 1,54 miliar di semester I-2017 menjadi US$ 1,61 miliar di semester I-2018.

Namun beban pokok pendapatan juga naik tipis dari US$ 1 miliar menjadi US$ 1,12 miliar. Sehingga di pos laba bruto turun dari US$ 532,66 juta menjadi US$ 492 juta.



Volume penjualan ADRO sebenarnya turi. 6%. Namun perseroan terdorong dari kenaikan harga jual rata-rata sebesar 9% akibat tingginya harga Global Coal Newcastle.

Divisi pertambangan batubara ADRO menyumbangkan 92% untuk pendapatan usaha perusahaan. Sementara sisanya diperoleh dari bisnis non batubara.

Total produksi batubara ADRO pada semester I-2018 mencapai 24,06 metrik ton. Angka itu turun 4% dari periode yang sama tahun lalu. Perseroan beralasan karena hujan lebat yang mempengaruhi kegiatan operasional selama semester I-2018.

Sementara volume penjualan batubara pada semester I-2018 mencapai 23,80 metrik ton atau turun 6% dari tajun sebelumnya. Meski begitu perusahaan tetap mempertahankan produksi di tahun ini sekitar 54-56 metrik ton.



Saksikan juga video 'Keuntungan antara Petani dan Pedagang Perlu Diatur Pemerintah':

[Gambas:Video 20detik]

(das/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed