Dolar AS Tembus Rp 14.670, Ini Faktor yang Bikin Rupiah Keok

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 30 Agu 2018 13:00 WIB
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Nilai dolar AS berdasarkan perdagangan Reuters tercatat Rp 14.670. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Rp 14.655.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah menjelaskan tekanan yang terjadi pada Rupiah dipicu oleh faktor eksternal. Yakni revisi data produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat (AS) kuartal II.

"Tekanan terhadap rupiah dipicu oleh revisi data PDB AS triwulan II, dari 4,1% menjadi 4,2%, langkah PBOC memperlemah mata uang Yuan di tengah negosiasi sengketa dagang AS dan China yang belum tercapai, serta melemahnya mata uang Argentina peso dan lira Turki," kata Nanang kepada detikFinance, Kamis (30/8/2018).

Dia menyebut hari ini Bank Indonesia berada di pasar untuk memastikan pelemahan Rupiah tidak cepat dan tajam. Bank Indonesia juga masuk ke pasar surat berharga negara (SBN) untuk melakukan stabilisasi.


Namun karena sentimen global, seperti normalisasi kebijakan moneter di AS, ancaman kenaikan suku bunga The Fed hingga perang dagang AS dengan China dari Maret hingga saat ini dolar AS terus perkasa.

Hingga akhirnya dolar AS pertama kali menembus level psikologis Rp 14.000 pada Mei 2018. Namun berkat upaya pemerintah dan BI dengan menaikkan beberapa kali suku bunga acuan, penguatan dolar sempat mereda dan kembali ke level Rp 13.700 di awal Juni 2018.

(kil/ang)