IHSG Melesat Lagi 1,3% ke 5.851

Dana Aditiasari - detikFinance
Jumat, 07 Sep 2018 16:55 WIB
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka hijau pagi ini. Laju positif IHSG masih berlanjut hingga tutup perdagangan sore ini.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini masih tinggi, berada di level 14.840.

Pada perdagangan preopening, IHSG naik 6,864 poin (0,12%) ke 5.782,650. Indeks LQ45 juga menguat 0,446 poin (0,07%) ke 910,296.

Membuka perdagangan, Jumat (6/9/2018), IHSG 6,864 poin (0,12%) ke 5.782,650. Indeks LQ45 juga menguat 0,446 poin (0,07%) ke 910,296.



Pada pukul 09.05 waktu JATS, IHSG kemudian berbalik arah melemah 3,375 poin (0,08%) ke 5.772,025. Indeks LQ45 juga turun 2,319 poin (0,27%) ke 907,442.

Jeda siang ini, IHSG menguat lagi sebesar 20,23 poin (0,35%) ke 5.796,325. Indeks LQ45 naik 4.971 poin (0,55%) ke 914,653.

IHSG makin agresif jelang tutup perdagangan. IHSG naik 75,370 poin (1,30%) ke 5.851,465. Indeks LQ45 menguat 17,013 poin (1,87%) ke 926,659.

IHSG masih mampu melaju positif meski asing masih mencatat jual bersih mencapai Rp 280,18 miliar. Penguatan IHSG ditopang 9 saham sektoral yang melaju positif. Penguatan paling tinggi dialami saham sektor aneka industri mencapai 4,42%.

Sebanyak 245 saham menguat, 122 saham melemah dan 126 saham stagnan. Perdagangan saham sore ini terpantau ramai dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 314.955 kali transaksi sebanyak 9,1 miliar lembar saham senilai Rp 7,8 triliun.

Sementara itu, indeks utama bursa AS ditutup mixed dengan mayoritas berada di zona negatif pada perdagangan kemarin (06/09). Indeks S&P
tertekan 0.37% ke level 2,878 dan Nasdaq turun sebesar 0.91% ke level 7,922. Sedangkan, Dow Jones berakhir menguat sebesar 0.08% ke level
25,995.

Pelemahan pada indeks terjadi seiring dengan berlanjutnya penurunan tajam pada sektor teknologi, hal ini menyikapi rencana peningkatan
regulasi untuk perusahaan media sosial.



Selain itu, adanya sinyal dari Presiden AS Donald Trump untuk memberikan tarif bea masuk lebih banyak kepada produk-produk dari China, memberikan kekhawatiran bagi pelaku pasar akan adanya perang dagang lanjutan.

Sementara itu, proposal tarif kemungkinan mencapai US$ 200 miliar, di mana saat ini pemerintah AS tengah mencari dukungan dari publik. Dengan adanya rencana tersebut, China menyatakan tidak akan tinggal diam. Mereka juga akan melakukan balasan dengan mengenakan tarif yang tinggi kepada produk-produk dari AS.

Berlawanan dengan IHSG, bursa-bursa Asia mayoritas bergerak negatif sore ini. Berikut situasi di bursa regional sore hari ini:
  • Indeks Nikkei 225 turun 0,80% ke 22.307,061.
  • Indeks Hang Seng melemah 0,01% ke 26.973,471.
  • Indeks Komposit Shanghai bertambah 0,40% ke 2.702,300.
  • Indeks Straits Times tertekan 0,42% ke 3.134,390.
Saham-saham yang sore ini mengalami penguatan signifikan dan masuk jajaran top gainers di antaranya adalah, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 2.400 ke Rp 44.475, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.200 ke Rp 73.375, Indocement (INTP) naik Rp 1.150 ke Rp 17.600 dan Astra International (ASII) naik Rp 375 ke Rp 7.175.

Saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah Mandom (TCID) turun Rp 300 ke Rp 17.700, Multi Bintang (MLBI) turun Rp 275 ke Rp 16.000, Trancoal (TCPI) turun Rp 190 ke Rp 3.470 dan Indah Kiat (INKP) turun Rp 175 ke Rp 17.975. (dna/dna)