Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 10 Sep 2018 07:13 WIB

Dolar AS Perkasa Bikin Tempe Setipis Kartu ATM?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
1 Ukuran Tempe di Sentra Perajin
Halaman 2 dari 5
Foto: Instagram Foto: Instagram

Untuk membuktikan pernyataan Sandiaga, detikFinance mengunjungi Kampung Tempe yang terletak di Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (9/9/2018). Tempat ini merupakan sentra perajin tempe, di mana kebanyakan warganya menggantung hidup dari berjualan produk dari bahan baku kedelai ini.

Kampung Tempe wilayahnya tidak terlalu luas. Jalan masuk ke wilayah ini hanya 2-3 meter. Seketika masuk ke gapura bertuliskan Kampung Tempe, yang terlihat ialah aktivitas warga yang sedang memproduksi tempe.

Ada yang yang terlihat sedang menata tempe untuk proses penjamuran. Ada yang terlihat sedang mencuci kedelai yang terlihat di sisi pintu belakang rumah warga. Ada juga yang proses produksinya telah selesai, sehingga tinggal memotong tempe yang sudah jadi.

Dari yang tempe yang sudah jadi, terlihat tempe-tempe ini berbentuk lonjoran. Lonjoran itu tersebut dipotong-potong untuk kemudian siap untuk dijual ke pasar maupun warung-warung terdekat.

Istilah tempe setipis kartu ATM mungkin berlebihan. Sebab, tidak ada tempe setipis ATM. Tempe yang dipotong itu memiliki volume yang berbeda-beda.

Salah seorang perajin bernama Hadi mengatakan, tempe produksinya ada yang memiliki panjang sekitar 30 cm dan tebal 10 cm. Lalu, ada yang ukurannya lebih kecil ialah panjang 30 cm dengan tebal 6 hingga 7 cm.

Dia mengatakan, untuk tempe sepanjang 30 cm dengan tebal 10 cm dijual dengan harga Rp 5.000. Sementara, tempe panjang 30 cm dan tebal 7 cm dijual dengan harga Rp 4.000.

"Nggak berubah (harganya), kalau berubah kadang pembeli tanya kok kecil," ujarnya


(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed