Follow detikFinance
Selasa, 18 Sep 2018 16:40 WIB

Asing Jual Saham Rp 202 M, IHSG Melempem ke 5.811

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat bergerak positif tadi pagi. Sayang, lajunya tak bertahan lama dan langsung terjungkal ke zona merah hingga tutup perdagangan sore ini.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini ikut mengalami penguatan. Dolar AS berada di level Rp 14.849, lebih rendah dibandingkan kemarin sore yang berada di Rp 14.870.

Pada perdagangan pre opening, IHSG turun ke 5.818,720. Indeks LQ45 juga turun 5,676 poin (0,61%) ke 912,595.


Membuka perdagangan, Selasa (18/9/2018), IHSG melemah 12,919 poin (0,22%) ke 5.810,595. Indeks LQ45 juga 22 poin (0,33%) ke 911,687.

Hingga pukul 09.05 waktu JATS, IHSG berbalik naik 11,995 poin (0,21%) ke 5.836,252. Indeks LQ45 turun 2,465 poin (0,27%%) ke 916,436.

Jeda siang ini IHSG kembali negatif. IHSG turun 28,930 poin (0,50%) ke 5.795,327. Indeks LQ45 melemah 6,320 poin (0,69%) ke 907,651.

IHSG Sedikit menanjak namun belum bisa keluar dari zona merah. IHSG turun 12,467 poin (0,21%) ke 5.811,790. Indeks LQ45 melemah 1,69 poin (0,18%) ke 912,281.

Pelemahan IHSG dipicu jatuhnya tujuh saham sektoral. Saham sektor konstruksi jatuh paling dalam mencapai 1,48%. Sebanyak 154 saham menguat, 213 saham melemah dan 116 saham stagnan.

Perdagangan saham sore ini terpantau moderat dengan frekuensi perdagangan saham sebanyak 409.208 kali transaksi dengan volume 9,5 miliar lembar saham senilai Rp 6,7 triliun.

Posisi tertinggi IHSG sore ini berada di 5.844,951 dan terendah di 5.781,289. Investor asing mencatat jual bersih dengan catatan net buy sebesar Rp 202,24 miliar.

Sementara itu, indeks utama bursa AS ditutup kompak di zona negatif pada perdagangan awal pekan kemarin (17/09). Indeks Dow Jones berakhir melemah sebesar 0.35% ke level 26062, S&P tertekan 0.56% ke level 2888 dan Nasdaq turun sebesar 1.43% ke level 7895.

Pelemahan pada bursa utama AS terjadi seiring dengan pengumuman kenaikan tarif barang impor barang China senilai US$ 200 miliar oleh Presiden AS Donald Trump semalam. Adapun sektor yang menjadi pemberat indeks diantaranya sektor konsumen discretionary dan teknologi inline dengan kekhawatiran para pelaku pasar mengenai dampak dari penerapan kebijakan yang diambil Presiden Trump tersebut.

Bursa saham Asia bergerak variatif. Berikut pergerakannya:
  • Indeks Nikkei 225 menguat 1,41% ke 23.420,539
  • Indeks Hang Seng menguat 0,56% ke 27.084,660
  • Indeks Komposit Shang Hai naik 1,82% ke 2.699,950
  • Indeks Strait Times berkurang 0,07% ke 3.139,340

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah Indocemen Tunggal (INTP) naik Rp 400 ke Rp 16.400, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 200 ke Rp 4.130, Multi Bintang (MLBI) naik Rp 200 ke Rp 16.000 dan Saratoga (SRTG) naik Rp 150 ke Rp 3.950.

Saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 775 ke Rp 72,200, Unilever Indonasia (UNVR) turun Rp 525 ke Rp 45.525, FKS Multi Agro (FISH) turun Rp 400 ke Rp 3.940 dan Kioson (KIOS) turun Rp 370 ke Rp 2.800. (dna/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed