Follow detikFinance
Rabu, 19 Sep 2018 16:50 WIB

8 Sektor Naik, IHSG Menguat ke 5.873

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka positif. Laju positif masih bertahan hingga tutup perdagangan saham sore ini.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini ikut mengalami pelemahan. Dolar AS berada di level Rp 14.854, lebih lemah dari posisi kemarin sore.

Pada perdagangan pre opening, IHSG naik 24 poin (0,41%) ke level 5.835,795. Sementara indeks LQ45 naik ke posisi 918,243.

Membuka perdagangan, Rabu (19/9/2018), IHSG bertambah 34,027 (0,59%) ke 5.845,817. Indeks LQ45 naik 7,5 poin (0,82%) ke 919,784.

Pada perdagangan pukul 09.05 waktu JATS, IHSG naik 43,249 poin (0,75%)ke 5.854,756. Indeks LQ45 menanjak 8,615 poin (0,92%) ke 920,746.

Jeda siang IHSG naik 57,724 poin (0,99%) ke 5.869,914. Indeks LQ45 naik 10,416 (1,14%) ke 922,697.

Sore ini IHSG masih melaju positif. IHSG naik 61,807 poin (1,06%) ke 5.873,597. Indeks LQ45 menguat 11,339 poin (1,24%) ke 923,620.

Penguatan IHSG didorong 8 sektor saham yang menguat. Sektor saham aneka industri naik 4,60%. Sebanyak 221 saham menguat, 159 saham melemah dan 124 saham stagnan.

Perdagangan saham sore ini terpantau moderat dengan frekuensi perdagangan saham sebanyak 408.960 kali transaksi dengan volume 9,8 miliar lembar saham senilai Rp 6,6 triliun.

Posisi tertinggi IHSG sore ini berada di 5.882,660 dan terendah di 5.835,795. Investor asing mencatat beli bersih dengan catatan net buy sebesar Rp 257,565 miliar.

Sementara itu, indeks utama bursa Wall st kompak ditutup dalam teritori positif pada perdagangan Selasa (18/09). Indeks Dow Jones naik 0.71% ke level 26,246.96, S&P menguat 0.54% ke level 2,904.31, dan Nasdaq berhasil terangkat 0.76% ke level 7,956.11.

Penguatan ini salah satunya dikarenakan optimisme pelaku pasar atas data Balance of Trade AS bulan Agustus yang mencatatkan perbaikan yakni defisit yang ditanggung AS mengalami penurunan menjadi USD -1.02B lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya yang defisit senilai USD -2.01B. Adanya penurunan defisit ini dianggap sebagai keberhasilan pasca diterapkan berbagai kebijakan terkait pajak impor.

Bursa saham Asia bergerak positif. Berikut pergerakannya:
  • Indeks Nikkei 225 menguat 1,08% ke 23.672,520
  • Indeks Hang Seng naik 1,19% ke 27.407,369
  • Indeks Komposit Shanghai menguat 1,14% ke 2.730,850
  • Indeks Strait Times naik 1,19% ke 3.176,570
Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.300 ke Rp 74.500, Indah Kiat (INKP) naik Rp 850 ke Rp 17.850, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 675 ke Rp 46.200 dan Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 475 ke Rp 9.000.

Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah, Pelayaran Tamarin (TAMU) turun Rp 700 ke Rp 3.590, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 475 ke Rp 12.150, Argha (AKPI) turun Rp 200 ke Rp 770, Pudjiasi (PNSE) turun Rp 185 ke Rp 665. (dna/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed