Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 24 Sep 2018 12:37 WIB

Sesi I

Asing Beli Bersih Rp 500 M Tapi IHSG Masih Melempem ke 5.893

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka negatif pagi ini. laju negatif IHSG masih berlanjut hingga jeda perdagangan saham sore ini.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) siang ini ikut mengalami pelemahan. Dolar AS berada di level Rp 14.865, lebih tinggi dari posisi kemarin akhir pekan kemarin di Rp 14.830

Pada perdagangan pre opening, IHSG turun ke level 5.946,500. Sementara indeks LQ45 juga turun ke posisi 944,901.

Membuka perdagangan, Senin (24/9/2018), IHSG turun lagi ke posisi 5.940,61. Indeks LQ45 turun 7,763 poin (0,83%) ke 946,397.

Pada perdagangan pukul 09.15 waktu JATS, IHSG turun 10,7 poin (0,68%) ke 5.946,799. Indeks LQ45 turun 7,095 poin (0,76%) ke 945,729.

Jeda perdagangan siang ini IHSG negatif. IHSG turun 64,148 poin (1,08%) ke 5.893,596. Indeks LQ45 turun 13,695 poin (1,45%) ke 929,729.

Jatuhnya 10 saham sektoral ke zona merah bikin IHSG terjungkal siang ini. Saham sektor infrastruktur jatuh paling dalam siang ini sebesar 1,65%. Hanya sebanyak 127 saham menguat, sementara 223 saham melemah dan 111 saham stagnan.

IHSG sudah diperdagangkan sebanyak 203.689 kali transaksi dengan volume 4,8 miliar lembar saham senilai Rp 3,2 triliun.

Aksi beli asing tak mampu mendongkrak laju IHSG siang ini. Asing mencatat beli bersih di semua pasar sebesar Rp 505,74 miliar.

Sementara itu, dari indeks utama bursa Wall St pada perdagangan akhir pekan kemarin (21/09) bergerak bervariatif dengan mayoritas berada di
teritori negatif. Indeks S&P melemah terbatas 0.04% dan Nasdaq koreksi sebesar 0.51%. Sedangkan Dow Jones berhasil menguat 0.32% di tengah pelemahan indeks utama lainnya.

Pelemahan pada mayoritas indeks dikarenakan adanya perubahan struktur komposisi dalam sektor serta rebalancing triwulanan yang menyebabkan beberapa penyesuaian dan penilaian atas portofolio mereka.

Selain itu, pelemahan yang terjadi pada mayoritas indeks salah satunya juga disebabkan oleh sentimen negatif yang berasal dari data ekonomi yang rilis di antaranya Markit Composite PMI Flash bulan September di level 53.4 lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang di level 54.7, kemudian data Markit Service PMI Flash bulan September juga turut mencatatkan penurunan di level 52.9 dibandingkan periode sebelumnya yang berada di level 54.8.

Sementara itu mayoritas bursa Asia hari ini libur seperti Jepang, China dan Korea Selatan. Berikut pergerakan Bursa Asia siang ini:
  • Indeks Nikkei 225 libur
  • Indeks Hang Seng turun 1,34% ke 27.579,180
  • Indeks Komposit Shanghai libur
  • Indeks Strait Times naik 0,35% ke 3.228,750
Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah, Pelat Timah Nusantara (NIKL) naik Rp 560 ke Rp 2.830, Indofarma (INAF) naik Rp 490 ke Rp 3.710, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 300 ke Rp 24.000 dan Indomobil (IMAS) naik Rp 200 ke Rp 2.170.

Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.525 ke Rp 73.500, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 725 ke Rp 25.675, United Tractors (UNTR) turun Rp 700 ke Rp 32.600 dan Pabrik Kertas Tjiwi (TKIM) turun Rp 450 ke Rp 14.325.



Saksikan juga video 'BI: Rupiah Masih Lebih Baik dari Mata Uang Negara Lain':

[Gambas:Video 20detik]

(dna/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed