Follow detikFinance
Rabu, 26 Sep 2018 12:35 WIB

Asing Beli Bersih Rp 167 M, IHSG Menguat ke 5.904

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: detikcom Foto: detikcom
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini diawali dengan pergerakan di zona merah. Sempat bolak-balik di zona merah, IHSG bergerak menguat hingga jeda siang ini.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) siang ini kembali mengalami pelemahan. Dolar AS pagi ini tembus level Rp 14,930.

Pada perdagangan pre opening, IHSG turun ke level 5.871,558 atau turun 2,741 poin (0,05%). Sementara indeks LQ45 juga turun ke posisi 925,93.


Membuka perdagangan, Rabu (26/9/2018), IHSG kemudian berbalik arah bertambah 2,715 poin (0,05%) ke 5.877,014. Indeks LQ45 naik 0,074 poin (0,01%) ke 926,686.

Pada perdagangan pukul 09.05 waktu JATS, IHSG naik 6,269 poin (0,11%) ke 5.880,568. Indeks LQ45 naik 0,894 poin (0,10%) ke 927,506.

Jeda siang ini IHSG masih melanjutkan penguatan. IHSG naik 29,972 poin (0,51%) ke 5.904,271. Indeks LQ45 naik Rp 7,262 poin (0,78%) ke 933,874.

Laju positif IHSG siang ini ditopang penguatan 8 sektor saham. Saham sektor aneka industri naik paling signifikan mencapai 1,95%. Sebanyak 187 saham menguat, 141 melemah dan 11 saham stagnan.

Perdagangan saham hingga siang ini berlangsung moderat dengan frekuensi perdagangan saham 207.681 kali transaksi sebanyak 6,5 miliar lembar saham senilai Rp 3,3 triliun.

Investor asing mencatat beli bersih Rp 167,73 miliar. Posisi tertinggi yang dicatatkan IHSG berada di 5.906,727 dan terendah di 5.870,300.

Sementara itu, indeks utama bursa AS ditutup mixed dengan mayoritas berada dalam zona merah pada perdagangan Selasa (25/09). Indeks Dow Jones dan S&P turun 0.26% dan 0.13%, sedangkan satu indeks lainnya yakni Nasdaq berakhir positif sebesar 0.18%.

Pelemahan pada mayoritas indeks salah satunya dikarenakan pelaku pasar mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed yang dikhawatirkan dapat menjadi sentimen negatif atas beberapa industri yang sangat sensitif dengan kenaikan tersebut.

Selain itu, dengan adanya kenaikan suku bunga The Fed artinya beberapa perusahaan harus menahan aktivitas ekspansinya. Adapun pengumuman rencana kenaikan The Fed akan dilakukan pada akhir pekan ini. Sementara itu, dari pasar komoditas minyak mentah mengalami penguatan 0.36% ke level USD 72.28 perbarel.

Bursa saham Asia bergerak positif. Berikut pergerakannya:
  • Indeks Nikkei 225 menguat 0,36% ke 24.023,730
  • Indeks Hang Seng naik 1,87% ke 28.014,359
  • Indeks Komposit Shanghai bertambah 1,62% ke 2.825,890
  • Indeks Strait Times naik 0,84% ke 3.263,160
Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 1.025 ke Rp 47.025, Multi Bintang (MLBI) naik Rp 500 ke Rp 15.500, Indocement (INTP) naik Rp 425 ke Rp 16.875 dan ABM Investama (ABMM) naik Rp 420 ke Rp 2.100.

Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 800 ke Rp 5.200, United Tractors (UNTR) turun Rp 700 ke Rp 31.450, Dian Swastika (DSSA) turun Rp 425 turun Rp 14.050 dan Indofarma (INAF) turun Rp 370 ke Rp 4.600. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed