Follow detikFinance
Rabu, 26 Sep 2018 17:29 WIB

Tiba-tiba Melemah, IHSG Ditutup Stagnan di 5.873

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: Dana Aditiasari-detikFinance Foto: Dana Aditiasari-detikFinance
Jakarta - Ada yang aneh dengan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini. Setelah melaju positif sepanjang perdagangan, IHSG jatuh ke zona merah sore ini.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini kembali mengalami penguatan. Dolar AS pagi ini tembus level Rp 14,896.

Pada perdagangan pre opening, IHSG turun ke level 5.871,558 atau turun 2,741 poin (0,05%). Sementara indeks LQ45 juga turun ke posisi 925,93.



Membuka perdagangan, Rabu (26/9/2018), IHSG kemudian berbalik arah bertambah 2,715 poin (0,05%) ke 5.877,014. Indeks LQ45 naik 0,074 poin (0,01%) ke 926,686.

Pada perdagangan pukul 09.05 waktu JATS, IHSG naik 6,269 poin (0,11%) ke 5.880,568. Indeks LQ45 naik 0,894 poin (0,10%) ke 927,506.

Jeda siang ini IHSG masih melanjutkan penguatan. IHSG naik 29,972 poin (0,51%) ke 5.904,271. Indeks LQ45 naik Rp 7,262 poin (0,78%) ke 933,874.

Sore ini IHSG melaju negatif dengan posisi penutupan melemah tipis. IHSG turun 1,028 poin (0,02%) ke 5.872,271. Indeks LQ45 turun 1,111 poin (0,12%) ke 925,501.

Laju negatif IHSG sore ini dipicu pelemahan 6 sektor saham. Saham sektor perdagangan turun paling signifikan mencapai 0,56%. Sebanyak 180 saham menguat, 180 melemah dan 126 saham stagnan.

Perdagangan saham hingga sore ini berlangsung moderat dengan frekuensi perdagangan saham 374.940 kali transaksi sebanyak 10,9 miliar lembar saham senilai Rp 7,6 triliun.

Investor asing mencatat beli bersih Rp 167,73 miliar. Posisi tertinggi yang dicatatkan IHSG berada di 5.906,727 dan terendah di 5.870,300.

Sementara itu, indeks utama bursa AS ditutup mixed dengan mayoritas berada dalam zona merah pada perdagangan Selasa (25/09). Indeks Dow Jones dan S&P turun 0.26% dan 0.13%, sedangkan satu indeks lainnya yakni Nasdaq berakhir positif sebesar 0.18%.

Pelemahan pada mayoritas indeks salah satunya dikarenakan pelaku pasar mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed yang dikhawatirkan dapat menjadi sentimen negatif atas beberapa industri yang sangat sensitif dengan kenaikan tersebut.

Selain itu, dengan adanya kenaikan suku bunga The Fed artinya beberapa perusahaan harus menahan aktivitas ekspansinya. Adapun pengumuman rencana kenaikan The Fed akan dilakukan pada akhir pekan ini. Sementara itu, dari pasar komoditas minyak mentah mengalami penguatan 0.36% ke level USD 72.28 perbarel.

Bursa saham Asia bergerak positif. Berikut pergerakannya:
  • Indeks Nikkei 225 menguat 0,39% ke 24.033,789
  • Indeks Hang Seng naik 1,15% ke 27.826,869
  • Indeks Komposit Shanghai bertambah 0,92% ke 2.806,810
  • Indeks Strait Times naik 0,09% ke 3.239,100
Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah, Pelat Timah Nusantara (NIKL) naik Rp 850 ke Rp 4.330, Multi Bintang (MLBI) naik Rp 850 ke Rp 15.850, Indocement Tunggal (INTP) naik Rp 550 ke Rp 17.000 dan Bank Mayapada (MAYA) naik Rp 400 ke Rp 6.000.

Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah Dian Swastika (DSSA) turun Rp 2.215 ke Rp 12.350, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.250 ke Rp 72.750, United Tractors (UNTR) turun Rp 1.025 ke Rp 31.125 dan Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 700 ke Rp 5.300. (dna/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed