Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 12 Okt 2018 14:50 WIB

Darmin Beberkan Penyebab Dolar AS Lengser dari Rp 15.200

Hendra Kusuma - detikFinance
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution/Foto: Selfie Miftahul/detikFinance Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution/Foto: Selfie Miftahul/detikFinance
Nusa Dua - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) lengser dari level Rp 15.200an. Dolar AS saat ini berada di level Rp 15.195.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, banyak faktor yang membuat rupiah menguat terhadap dolar AS.

"Ini bisa campur macam-macam (faktornya)," kata Darmin di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018).


Faktor yang mempengaruhi kurs rupiah menguat terhadap dolar AS bisa dari gelaran tahunan IMF-World Bank (WB) di Bali. Di mana para peserta yang berasal dari 189 negara menukarkan valuta asing (valas) ke rupiah.

Acara IMF-WB di Bali juga menjadi sentimen positif buat pasar. Darmin bilang, faktor lain yang membuat rupiah menguat terhadap dolar AS adalah keputusan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax Series.

"Kita ada acara ini, sebenarnya mestinya perbaikan harga BBM itu juga ada pengaruhnya," ungkap dia.

Menurut Darmin, kenaikan harga Pertamax Series yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) memberikan dampak terhadap ketahanan fiskal nasional dengan mengurangi beban keuangan perusahaan pelat merah tersebut.


Dikutip dari data perdagangan Reuters, Jumat (12/10/2018). Dolar AS tercatat bergerak dari level Rp 15.181 hingga Rp 15.230 hingga pagi ini.

Dolar AS sendiri terpantau menguat terhadap sejumlah mata uang pagi ini. Di antaranya Japanese Yen (JPY), Australian Dollar (AUD), China Yuan Renminbi (CNY), dan Hong Kong Dollar (HKD). (hek/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed