Follow detikFinance
Senin, 15 Okt 2018 18:58 WIB

Gara-gara Proyeksi Dolar AS Rp 15.000, Rapat Banggar DPR Diskors

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Danang Sugianto/detikFinance Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Jakarta - Proyeksi pemerintah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tahun depan Rp 15.000/US$. Usulan ini disampaikan dalam rapat membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2019 di Badan Anggaran (Banggar) DPR, Senin (15/10/2018).

Usulan itu mengacu pada proyeksi nilai tukar yang ditetapkan Bank Indonesia 2019 di kisaran Rp 14.800-Rp 15.200/US$. Kisaran ini ditetapkan berdasarkan prediksi masih berlanjutnya kondisi ketidakpastian ekonomi global.


Proyeksi tersebut dikritik para anggota Banggar DPR. Mayoritas dari 15 anggota Banggar yang hadir dan memberi tanggapan mengkritisi penentuan proyeksi nilai tukar yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tersebut.

Anggota Banggar dari Fraksi Hanura, Djoni Rolindrawan, mempertanyakan prediksi yang diutarakan oleh BI itu. Dia berharap nilai tukar rupiah tahun depan masih lebih baik dibanding dari yang diprediksi pemerintah.


"Mengapa begitu yakin normalisasi Kebijakan moneter di negara maju akan berjalan baik walaupun secara gradual? Saya berharap untuk dikaji ulang, saya berharap di APBN 2019 masih di bawah Rp 15.000," tuturnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (15/10/2018).

Anggota DPR lainnya dari fraksi PAN, Ahmad Riski Sadig meminta pemerintah menjelaskan mengenai proyeksi nilai tukar yang nantinya menjadi dasar penetapan postur APBN 2019.

"Paling tidak teman-teman Banggar punya pandangan yang sama. Mohon maaf, kita sudah masuki tahun politik. Nanti teman-teman di sini ditanya juga oleh masyarakat. Makanya kita harus tahu juga. Kami usulkan agar dokumen ini dikaji lebih lengkap, agar kita tahu dasar peningkatan kurs apa," terangnya.


Akhirnya pimpinan rapat dari fraksi PDIP Said Abdullah memutuskan untuk menjatuhkan skors dalam rapat kerja hari ini. Pembahasan asumsi dasar makro ekonomi 2019 akan dilanjutkan besok.

"Dari 15 orang yang bertanya itu tadi kebanyakan menyatakan tidak layak dilanjuti. Oleh karena itu rapat kita skors sampai besok jam 2 sore," tutur Ahmad. (das/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed