Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 22 Okt 2018 17:00 WIB

IHSG Ditutup Menguat Tipis ke 5.840

Fadhly F Rachman - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka di zona hijau. IHSG menguat 12,99 poin. Sayang, penguatan IHSG tertahan siang ini. Kemudian IHSG kembali menguat di penutupan perdagangan sore ini.

Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah terpantau stagnan. Dolar AS berada di level Rp 15.187.

Pada perdagangan preopening, IHSG dibuka hijau atau naik 4,127 poin (0,07%) ke 5.841,419. Indeks LQ45 juga naik 1,028 poin ke 917,463.

Membuka perdagangan, Senin (22/10/2018), IHSG melanjutkan penguatan. IHSG naik 12,966 poin (0,22%) ke 5.850,288. Indeks LQ45 juga bertambah 1,970 poin (0,21%) ke 918,405.

Pada perdagangan pukul 09.05 waktu JATS, IHSG masih bergerak positif. IHSG menguat 25,166 poin (0,43%) ke 5.860,773. Indeks LQ45 juga naik 3,209 (0,35%) ke 919,683.

Jeda siang ini penguatan IHSG tertahan. IHSG naik tipis 1,049 poin (0,02%) ke 5.836,243. Indeks LQ45 menguat 0,638 poin (0,07%) ke 917,073.

Pada perdagangan sore hari ini IHSG ditutup di zona hijau. IHSG ditutup di 5.840,292. Sementara Indek LQ45 juga naik 1,992 (0,21%) ke 916,435


Pelemahan 6 saham sektoral menahan laju IHSG siang ini. Saham sektor perdagangan jatuh paling dalam siang ini mencapai 0,75%. Sebanyak 186 saham menguat, 168 saham melemah dan 116 saham stagnan.

Sementara itu, indeks utama bursa saham AS ditutup mixed dengan mayoritas berada dalam teritori negatif. Indeks S&P turun tipis 0.04% dan Nasdaq tertekan 0,48%. Sedangkan indeks Dow Jones berhasil menguat 0,26%.

Penurunan pada mayoritas indeks tersebut salah satunya dikarenakan rilisnya data penjualan rumah AS bulan September yang tercatat mengalami penurunan terbesar sejak dua tahun belakangan ini.

Penjualan rumah turun dikarenakan tingginya bunga hipotek yang di syaratkan memberatkan penduduk untuk memiliki tempat tinggal. Selain itu adanya komentar Federal Reserve yang tetap konsisten dalam rencana kenaikan suku bunga turut menjadi kekhawatiran bahwa akan terhambatnya pertumbuhan ekonomi AS dan beberapa resiko yang mungkin muncul.

Bursa saham Asia masih bergerak positif siang ini. Berikut pergerakannya:
  • Indeks Nikkei 225 bertambah 0,45% ke 22.640,359
  • Indeks Hang Seng menguat 2,48% ke 26.191,311.
  • Indeks Komposit Shanghai menguat 4,53% ke 2.665,220
  • Indeks Strait Times naik 0,36% ke 3.073,450.
Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah, Gudang garam (GGRM) menguat Rp 1.550 ke Rp 80.025, Unggul Indah Cahaya (UNIC) naik Rp 530 ke Rp 3.930, Lippo General Insurance (LPGI) naik Rp 500 ke Rp 4.050, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 400 ke 25.350.

Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah, Bank Mayapada (MAYA) turun Rp 875 ke Rp 7.275, Matahari (LPPF) turun Rp 600 ke Rp 5.025, Indocement (INTP) turun Rp 300 ke Rp 16.600 dan Unilever (UNVR) turun Rp 375 ke Rp 44.475. (fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com