Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 30 Nov 2018 15:11 WIB

Darmin Ramal Dolar AS Bisa ke Rp 13.000

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memprediksi bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih memiliki peluang ke level Rp 13.000. Darmin cukup meyakini hal itu.

"Kita masih punya ruang untuk penguatan rupiah. Masih bisa tembus ke arah Rp 13.000, punya, kita masih punya ruang itu," kata Darmin di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (30/11/2018).


Darmin mengatakan, peluang tersebut dengan catatan kondisi perekonomian global sudah tidak lagi menciptakan ketidakpastian yang berasal dari ketegangan perang dagang dan The Fed tidak melakukan normalisasi bunga acuan.

"Dengan catatan nggak ada kejadian aneh-aneh lagi, kelihatannya kalau The Fed arahnya mungkin dia nggak menaikkan (suku bunga) pada bulan Desember," jelas dia.

Oleh karena itu, Mantan Dirjen Pajak ini berharap pada pertemuan G20 yang berlangsung di Argentina terdapat titik terang usai Presiden AS Donald Trump dan Presiden China XI Jinping melakukan pertemuan.


Pasalnya, kata Darmin, pertemuan dua kepala negara itu memberikan sinyal bagi pasar.

"Saya bilang ada ruang, saya nggak bilang kapan. Kita masih punya ruang untuk itu. Dan itu dipengaruhi oleh ada atau tidaknya berita jelak atau apa," ujar dia.

Dapat diketahui, nilai rupiah terhadap dolar AS terus menguat dari kisaran Rp 15.200 ini berada di Rp 14.305. (hek/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed