Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 10 Jan 2019 09:37 WIB

Saham Produsen Makanan Ini Kelebihan Permintaan 86,11 Kali

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Danang Sugianto/detikFinance Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Jakarta - PT Estika Tata Tiara Tbk mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 86,11 kali dari porsi pooling, saat melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini.

Produsen dan distributor makanan olahan terintegrasi bermerk KIBIF itu menawarkan sebanyak 376.862.500 saham baru atau setara 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh.

"Kami bersyukur, saham KIBIF sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed. Hal ini menandai investor percaya pada perusahaan," kata Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko di Jakarta, pada Kamis (10/1).

Ia mengatakan, dana yang diperoleh KIBIF akan digunakan untuk memperluas diversifikasi bisnis pengolahan serta perdagangan sapi, ayam, ikan, frozen dough, dan agribisnis yang tersebar di Subang (Jawa Barat), Salatiga (Jawa Tengah), dan Cikarang (Jawa Barat).

"IPO adalah salah satu realisasi strategi bisnis kami dalam memperluas cakupan pasar. Tingginya minat investor menjadi bukti nyata bahwa potensi pasar distributor dan pengolahan makanan di Indonesia sangat menjanjikan," jelas Yustinus.

Mengutip data Lembaga riset Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Yustinus optimsitis, industri makanan dan minuman akan menjadi kunci pertumbuhan ekonomi pada tahun 2019.

Tahun 2019 juga akan menjadi tahun pertumbuhan investasi, menyusul perpindahan industri, termasuk industri peternakan dari Tiongkok ke Indonesia sehingga investasi akan bertumbuh.

Disebutkan, sejak merampungkan proses IPO di BEI, pada Desember 2018, KIBIF secara konsisten telah melakukan langkah-langkah konkret melalui peningkatan kapasitas dan target produksi untuk memperluas cakupan pasar.

Saat ini, ruang produksi telah terpakai untuk kapasitas 10 ton per hari. Setelah IPO di bursa, katanya, kapasitas penyimpanan KIBIF akan ditingkatkan menjadi 40 ton per hari dengan utilisasi mencapai 100%.

Menurut Yustinus, KIBIF juga secara berkelanjutan akan terus meningkatkan produksi dan perluasan jaringan distribusi untuk menghasilkan makanan olahan berkualitas, halal, dan berprotein yang dikemas secara inovatif sehingga sesuai kebutuhan masyarakat.

Sebagai produsen dan distributor makanan olahan terintegrasi, lanjutnya, KIBIF melalui salah satu anak perusahaannya, PT De Glow International telah mendapatkan kepercayaan dan penghargaan Sertifikat ISO 9001:2015 untuk Quality Management System dari SAI Global AS/NZS, ISO 22000-2005, Safety Management System 2017-Australia, dan Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Selain itu, KIBIF juga telah memperoleh Sertifikasi Hazard Analysis & Critical Control Point (HACCP), sertifikat dari Badan Sertifikasi SGS, Sertifikat Persyaratan MGMT, dan Sertifikat SYS.

KIBIF secara berkelanjutan terus meningkatkan mutu serta memperluas penetrasi pasar dari hulu ke hilir. Pelanggan produk KIBIF tersebar di semua segmen pasar, di antaranya pasar tradisional, pasar modern, hotel, restoran, katering, industri pengolahan pangan, serta distributor dan retailer pangan di Indonesia. Harga yang ditawarkan sangat kompetitif dan bersaing.

"Kami menjalin kemitraan strategis dengan BNI Syariah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan peternak melalui program pembiayaan sapi potong di Jawa Barat. Kami memfasilitasi akses permodalan para peternak ke Bank BNI Syariah Cabang Astana Anyar Bandung," katanya. (das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed