Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 20 Mar 2019 19:12 WIB

Milenial Minati Investasi Saham, Jumlahnya Capai 149.000 Orang

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Pasar modal Indonesia sudah mengalami perubahan yang cukup drastis. Mulai dari teknologi hingga jangkauan investornya sudah mengalami perubahan yang signifikan.

Perubahan yang paling jelas terlihat saat ini adalah jenis investor ritelnya. Saat ini investor milenial yang kebanyakan adalah mahasiswa sudah mulai mendominasi investor institusi.

Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fawzi menerangkan hingga Desember 2018 jumlah investor ritel dengan usia 18-25 tahun sudah mencapai 149.386 orang. Angka itu tumbuh 116,16% dibandingkan posisi 2016.


Sementara untuk investor usia 26-30 tahun jumlahnya sudah mencapai 116.969 orang. Memang saat ini investor ritel di pasar modal paling banyak berusia 41 tahun ke atas yakni sebanyak 340.258 orang.

"Kelompok usia paling tua bertumbuh paling sedikit tapi secara absolut paling banyak usia di atas 40 tahun," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Menurut Hasan, banyaknya investor milenial dari kalangan mahasiswa di pasar modal tidak lepas dari program Yuk Nabung Saham. Program ini memungkinkan investor membuka rekening efek dengan modal minimum Rp 100.000.


"Ternyata program Yuk Nabung Saham benar-benar efektif yang memungkinkan buka rekening Rp 100 ribu. Karena kalau dulu kan buka rekening Rp 25 juta sampai Rp 50 juta. Kalau segitu yang milenial ini belum-sudah sudah enggak mikirin," ujarnya.

Selain syarat pembukaan rekening efek yang semakin mudah, harga saham-saham di pasar modal juga semakin terjangkau. Menurutnya 90% dari saham yang ada di pasar modal sekarang harganya di bawah Rp 5 ribu per lembar.

"Kalau harganya di bawah Rp 5 ribu untuk 1 lot berarti hanya Rp 500 ribu. Jadi mereka tidak ada batasan lagi memilih saham di pasar modal," tambahnya.

Selain itu, menurutnya investor dari kalangan mahasiswa juga memiliki tekad yang teguh. Terbukti dari rajinnya mereka mengikuti edukasi hingga pertemuan-pertemuan rutin komunitasnya.


Tak hanya itu, sebagian dari mereka juga kini menjadi manajer investasi keluarganya. Hasan bercerita ada beberapa orangtua dari investor mahasiswa yang mempercayakan harta untuk diinvestasi di saham melalui anaknya.

"Secara bertahap dan pasti mereka terus melakukan penambahan potofolionya. Nah yang menarik orangtuanya yang belum terlalu literasi, malah mempercayakan dia untuk mengelola uangnya. Jadi sekarang ada ordernya sudah ratusan juta rupiah," ucapnya. (das/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed