Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 21 Mar 2019 11:07 WIB

Sandi Butuh Rp 9,9 T untuk 'Rebut' Indosat dari Investor Qatar

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta - Membeli kembali (buyback) saham PT Indosat Tbk merupakan salah satu janji dari Presiden Joko Widodo yang belum terlaksana. Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02 Sandiaga Uno berjanji akan menuntaskan janji yang masih menggantung itu.

Jika terpilih jadi Wapres, Sandiaga mengaku akan melakukan komunikasi dengan Qatar soal rencana buyback Indosat. Upaya ini juga bagian strateginya yang diberi nama Big Push.

"Sebetulnya ide Pak Jokowi untuk mem-buyback Indosat itu bagus. Dan di bawah Prabowo-Sandi, akan kita usahakan," kata Sandiaga di Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (20/3/2019).


Jika benar Sandi mau merealisasikan janji itu, berapakah dana yang dibutuhkan untuk mengambil kembali Indosat dari tangan investor Qatar?

Komposisi kepemilikan saham ISAT saat ini memang didominasi oleh Ooredoo Asia Pte. Ltd yang memegang 65% atau sebanyak 3.532.056.600 lembar.

Sementara pemerintah dengan nama Negara Republik Indonesia masih memiliki 776.625.000 atau 14,29% saham ISAT. Sisanya 20,71% tersebar di pemegang saham publik.

Harga saham berkode ISAT ini pada penutupan perdagangan kemarin berada di posisi Rp 2.880. Jika mengacu pada harga itu maka dana yang dibutuhkan untuk mengambil semua kepemilikan Ooredoo Asia sebesar Rp 9,9 triliun.

Harga itu dengan asumsi transaksi dilakukan pembelian langsung di pasar modal di pasar reguler. Dalam transaksi pembelian saham bisa saja dilakukan di pasar negosiasi atau pun dengan mekanisme lain. (das/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed