Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 22 Mar 2019 08:29 WIB

Fakta di Balik Rencana Sandiaga Beli Saham Indosat

Danang Sugianto - detikFinance
1 Butuh Dana Rp 9,9 T
Halaman 2 dari 4
Foto: Tim Infografis Andhika Akbaransyah Foto: Tim Infografis Andhika Akbaransyah

Komposisi kepemilikan saham ISAT saat ini memang didominasi oleh Ooredoo Asia Pte. Ltd yang memegang 65% atau sebanyak 3.532.056.600 lembar.

Sementara pemerintah dengan nama Negara Republik Indonesia masih memiliki 776.625.000 atau 14,29% saham ISAT. Sisanya 20,71% tersebar di pemegang saham publik.

Harga saham berkode ISAT ini pada penutupan perdagangan kemarin berada di posisi Rp 2.880. Jika mengacu pada harga itu maka dana yang dibutuhkan untuk mengambil semua kepemilikan Ooredoo Asia sebesar Rp 9,9 triliun.

Harga itu dengan asumsi transaksi dilakukan pembelian langsung di pasar modal di pasar reguler. Dalam transaksi pembelian saham bisa saja dilakukan di pasar negosiasi atau pun dengan mekanisme lain.

Seperti diketahui saham Indosat dibeli oleh Singapore Technologies Telemedia Pte. Ltd. (STT) sebanyak 41,94% pada 2002 silam. Selanjutnya pada 2008 saham Indosat secara tidak langsung diakuisisi oleh Qatar Telecom (Qtel) Q.S.C. (Qtel) melalui Indonesia Communications Limited (ICLM) dan Indonesia Communication Pte. Ltd. (ICLS) sejumlah 40,81%.

Kemudian Qtel membeli saham seri B sebanyak 24,19% dari publik sehingga menjadi pemegang saham mayoritas Indosat dengan kepemilikan sebesar 65% pada 2009. Dengan demikian Qtel atas nama Ooredoo Asia Pte. Ltd. (dahulu Qtel Asia Pte. Ltd.) sampai saat ini menguasai 65% saham Indosat.

(das/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com