Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 06 Mei 2019 08:53 WIB

IHSG Berpeluang Menguat di Hari Pertama Puasa

OSO Securities - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pada perdagangan akhir pekan kemarin (3/5), IHSG ditutup melemah 0,86% ke level 6.319,46. Sebanyak sembilan dari sepuluh indeks sektoral berakhir dalam teritori negatif, di mana sektor Industri Dasar dan Pertambangan memimpin pelemahan masing-masing sebesar 2,22% dan 1,28%.

Adapun saham yang menjadi pemberat indeks di antaranya: BDMN, YNVR, CPIN, SMGR, HMSP. Sementara itu pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (netsell) sebesar Rp 967 miliar. Kemudian, nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0,06% ke level Rp 14.266.

Pada perdagangan Jumat (3/5) bursa saham Wall Street kompak ditutup dalam teritori positif, di mana Dow Jones naik 0,75%, S&P 500 menguat 0,96% dan Nasdaq Composite positif 1,58%.


Penguatan tersebut ditopang oleh positifnya data ketenagakerjaan AS di bulan April 2019 yang cukup positif, tercatat data pekerjaan meningkat 263.000 jauh lebih tinggi dibandingkan perkirakan para ekonom sebelumnya yakni sebanyak 186 ribu.

Selain itu kenaikan upah rata-rata per jam di bulan April tercatat stabil atau naik 0,2%. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi di AS saat ini sedang positif.


IHSG berpotensi rebound setelah terkoreksi cukup dalam selama dua perdagangan beruntun. Meski demikian hal yang perlu diperhatikan yakni rilisnya data pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019. IHSG ditutup melemah sebesar 0,9% ke level 6.319.

IHSG ditutup bearish candle. Adapun indikator Stochastic bearish dan MACD histogram bergerak negatif dengan volume turun. Diperkirakan IHSG berpeluang rebound menguat dengan pergerakan di kisaran 6.300-6.410. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed