Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 13 Mei 2019 10:27 WIB

Bank Artos Targetkan Pertumbuhan Double Digit di 2021

Danang Sugianto - detikFinance
Ilustrasi. Foto: Grandyos Zafna Ilustrasi. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - PT Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO) menargetkan pertumbuhan double digit untuk penyaluran kredit dan aset dalam tiga tahun ke depan. Penguatan modal akan dilakukan salah satunya melalui penerbitan saham baru (right issue).

Direktur Utama ARTO, Deddy Triyana, mengatakan rencana penambahan modal dengan menerbitkan saham baru itu pada September 2019. Target perolehan dana sebesar Rp 51,6 miliar dengan agio Rp 22,3 miliar jadi total sekitar Rp 73 miliar.

"Untuk menambah penyaluran kredit," ucapnya saat Public Expose sekaligus RUPS Tahunan di Grand Mercure, Jakarta Pusat, Rabu (15/5/2019).

Tambahan modal melalui right issue itu menjadi salah satu pendorong target perolehan laba bersih pada 2019. Keuntungan bersih ARTO diharapkan mencapai Rp 1 miliar pada tahun ini dibandingkan rugi bersih Rp 23 miliar pada 2018.

Selanjutnya, ARTO menargetkan laba bersih melesat lagi 300 persen menjadi Rp 4 miliar pada 2020 dan melesat 125% menjadi Rp 9 miliar pada 2021.

"Untuk jangka waktu tiga tahun ke depan kami mencanangkan pertumbuhan usaha yang cukup agresif. Kami mencanangkan rata-rata pertumbuhan kredit sebesar 19,71%, pertumbuhan dana sebesar 8,85% dan dan total aset sebesar 15,09%," Deddy menargetkan.


Aset Perseroan ditarget mencapai Rp 1,01 triliun pada 2021. Dana pihak ketiga sebesar Rp 689 miliar dan penyaluran kredit sebesar Rp 671 miliar.

Deddy yang baru saja terpilih menjadi Direktur Utama melalui RUPST ARTO itu mengatakan permintaan kredit memang masih melambat dan kondisi perusahaan banyak yang belum pulih.

Meski begitu, menurutnya, peluang untuk tumbuh tetap terbuka. Berdasarkan hasil kajian internal, ARTO memutuskan untuk tetap menjalankan strategi kemitraan seperti sebelumnya. "Kemitraan ini tetap relevan tapi memang harus lebih selektif," jelasnya.

Konsep kemitraan, menurutnya, masih tepat dan relevan untuk saat ini asalkan didasari dengan pemilihan kriteria mitra usaha dan binis model yang tepat.

Selain itu, untuk menyehatkan keuangan, ARTO juga melakukan hapus buku atas kredit bermasalah. Targetnya sebesar Rp 17 miliar dari CKPN dan sudah terealisasi Rp 3 miliar sampai Maret 2019.

"Kami juga akan memulai terobosan baru. Akan masuk ke ekosistem supply chain financing. Melalui pembiayaan yang akan kami lakukan. Sebab kami sudah mengetahui jaringan mitra kami," tuturnya.

Setelah itu, menurut Deddy, pihaknya akan memaksimalkan database marketing. Menyesuaikan dengan tren pertumbuhan digital marketing.

(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed